Showing posts with label hidup dan mati. Show all posts
Showing posts with label hidup dan mati. Show all posts

Prinsip Dan Tujuan HIDUP SEORANG MUSLIM

Kewajiban seorang muslim dalam Kehidupan ini adalah menjadi seorang muslim yang sebenar-benarnya dengan senantiasa menghiasi budi pekerti nya dengan akhlak seorang muslim, merenungkan dan atau memikirkan ciptaan Allah Swt, dengan mempertajam pandangan pikiran serta menyadarkan saudara muslim yang lain. mengajarkan dan mengerjakan kesadaran untuk senantiasa berdzikir kepada Allah swt, guna untuk mempersiapkan bekal kelak dihari kemudian yang kekal dan abadi (sebagai makhluk) disamping menghidarkan diri dari apa yang menimbulkan murka Allah Swt, dan menjaga semua itu pada setiap keadaan dan perubahan masa.
Firman Allah SWT dalam Alquran al Karim : 
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ ٥٦
مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ ٥٧
"dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku."
"aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan."

Ayat diatas jelas mengatakan bahwasanya kita manusia diciptakan oleh Allah Swt untuk beribadah kepada Allah Swt, maka sudah selayaknya kita sebagai manusia memperhatikan hikmat tujuan dari pada kita hidup di dunia ini, karena sesungguhnya dunia ini hanyalah sebagai batu loncatan menuju hidup yang sesungguhnya, karena dunia bukanlah tempat untuk mencari kesenangan dan kebahagiaan yang sebenar-benarnya.

Firman Allah Swt,
 إِنَّمَا مَثَلُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الأرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ النَّاسُ وَالأنْعَامُ حَتَّى إِذَا أَخَذَتِ الأرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ أَهْلُهَا أَنَّهُمْ قَادِرُونَ عَلَيْهَا أَتَاهَا أَمْرُنَا لَيْلا أَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنَاهَا حَصِيدًا كَأَنْ لَمْ تَغْنَ بِالأمْسِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

"Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir."

Bagi mereka yang telah tersadar / sehat pikiran dan menjalani kehidupan seorang muslim dengan sesungguh-sungguhnya maka tidak akan tertipu oleh kesibukan dunia dan meninggalkan Ibadah kepada Allah Swt, akan tetapi sebaliknya setelah mengetahui dengan nyata bahwa demikian dangkalnya kehidupan dunia ini, maka sudah sewajarnya bagi seorang muslim menempuh jalan hidup yang lebih baik sesuai dengan ajaran dan atau tuntunan yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw sebagai tuntunan lahir dan batin, didikan akhlak, obat hati, dan mensucikan jiwa sebagai tanaman yang akan kita petik hasilnya kelak di akherat. 

Segala Puji Bagi Allah Swt yang telah mengutus Baginda Nabi Muhammad SAW sebagai Suri Tauladan bagi seluruh umat manusia di muka bumi. telah disampaikan apa yang seharusnya (manusia) kerjakan didunia melalui wahyu-wahyu Allah Swt yang telah tercermin dalam ayat ayat Al Quran dan dijelaskan dalam As Sunnah, dan dijabarkan melalui Sabda - sabdanya serta dicontohkan dalam setiap Perbuatannya. 

Firman Allah Swt Qs Ali Imran : 164 : 
لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلالٍ مُبِينٍ (١٦٤
"sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang Rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al kitab dan Al hikmah. dan Sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata."

Telah jelas dalam ayat diatas bahwasanya Allah Swt telah mengutus seorang Rosul (Muhammad SAW) yang membacakan ayat ayat allah, membersihkan jiwa, serta mengajarkan kepada kita Umat Muhammad Saw jalan yang terang benderang dan mengentaskan kita umat manusia dari Kesesatan yang nyata.

Salah satu perintah dan atau amal ibadah Perintah langsung dari Allah Swt yang bermakna positif dan dapat mendatangkan Pahala berlipat ganda yakni tolong menolong dan saling menasehati agaknya  telah tergeser dan tergerus oleh kemajuan zaman, sudah bukan rahasia lagi amal ibadah yang satu ini telah menjadi sesuatu yang negatif dan berkurang nilai manfaatnya dihadapan generasi muda khususnya. Tidak sedikit dari mereka yang menganggap hal tersebut (tolong menolong dan saling menasehati) dianggap sebagai sesuatu yang agak keterlaluan, lebay , sotoy, dll, seringkali di alamatkan kepada mereka yang melaksanakan perintah Allah Swt.

Hal yang demikian bukanlah sesuatu yang baru dan hanya ada di zaman modern seperti ini, karena hal tersebut adalah sifat dan sikap manusia di zaman Jahiliya, didalam alquran dijelaskan tentang mereka yang memiliki sifat dan sikap yang demikian adalah golongan orang orang yang lalai dan Neraka Jahannam adalah tempat mereka. 

Firman Allah Swt :
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالإنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالأنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ (١٧٩
"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai"


Prinsip dan tujuan hidup seorang muslim dan Rambu rambu yang seyogyanya dipegang teguh dan dijalankan agar hidup di dunia ini tidak sia-sia dan merugi selain daripada Beriman dan Beramal saleh adalah saling tolong menolong dan nasehat menasehati, sebagaimana dijelaskan dalam Firman Allah Swt :

وَالْعَصْرِ (١)إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (٢)إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (٣
 
"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran."
Dalam ayat diatas telah dijelaskan sejelas jelasnya bahwa mereka (manusia) benar benar dalam kerugian, kecuali : Orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta Saling menasehati untuk mentaati kebenaran dan menetapi kesabaran.
Semoga Allah Swt senantiasa melimpahkan Rahmat, Taufiq dan hidayah-NYA kepada kita untuk senantiasa hidup dan menjalani kehidupan sebagai seorang muslim. 
Amin. 

Wallahu'alam

Belajar Syari'at menuju Makrifat

Dengan hanya membaca judulnya, sebagaian orang mungkin akan berpikiran jauh. Wah ini pembahasan pasti sulit untuk diserap, paradigma yang telah berkembang dan diyakini oleh sebagian besar umat islam saat ini perihal tentang tingkatan tersebut agaknya sudah terlalu dalam. Suatu pengertian yang berkenaan dengan makna yang terlanjur diadopsi oleh sebagian orang sebagai sesuatu yang sulit untuk dimengerti atau bahkan di laksanakan. Suatu konsep pemikiran termasuk ekspresi yang seharusnya berkaitan dengan nilai-nilai etika dan nilai-nilai kehidupan secara keseluruhan. Sehingga sebagian orang terus dibayang-bayangi rasa penasaran akan makna sebenarnya dari tingkatan tersebut.
Syari’at bisa disebut syir’ah bermakna sumber yang Kemudian kata tersebut digunakan untuk pengertian hukum-hukum Allah yang diturunkan untuk manusia. Kata “syara’a” berarti memakai syari’at. Juga kata “syara’a” atau “istara’a” berarti membentuk syari’at atau hukum. Dalam hal ini Allah berfirman,
وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ (٤٨)
“dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap Kitab-Kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu” (QS:Al Maidah:48)
kata شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا bermakna “aturan dan jalan yang terang”
Dalam firman Allah SWT :
شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ (١٣)
“Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa Yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya)”
شَرَعَ = Allah telah mensyari’atkan (mengatur)
Dalam arti yang luas syari’at Artinya, hukum-hukum (peraturan) yang diturunkan Allah swt. melalui rasul-rasulNya yang mulia, untuk manusia, agar mereka keluar dari kegelapan ke dalam terang, dan mendapatkan petunjuk ke jalan yang lurus.
Melaksanakan syariat berarti mentaati peraturan / perintah perintah Allah SWT, yang diwahyukan kepada rasul Nya baik berupa Al-Qur’an maupun Sunnah Nabi yang berwujud perkataan, perbuatan, dan ketetapan, atau pengesahan.
Thariqah / Tarikat
Tarekat berasal dari bahasa Arab thariqah, jamaknya tharaiq, yang berarti jalan atau petunjuk jalan atau cara. Kata thariqah dalam al qur’an disebut kurang lebih sebanyak 9 kali. Diantaranya Firman Allah SWT dalam QS An Nisaa’:168 :

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَظَلَمُوا لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلا لِيَهْدِيَهُمْ طَرِيقًا (١٦٨)
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka”

kata وَلا لِيَهْدِيَهُمْ طَرِيقًا “tidak akan menunjukkan jalan kepada mereka”
Dalam Firman Allah SWT diatas teramat jelas secara tersurat kata طَرِيقً = jalan. Sehingga apabila kemudian terdapat suatu doktrin tentang tarekat adalah salah satu ajaran pokok dengan tujuan untuk kesucian. Dengan lebih mementingkan aspek spiritual semata, sementara mengabaikan peranan sosial. Dan melupakan perhatian kepada perbaikan kehidupan masyarakat, sehingga kehidupan pengikut tarekat hanya terbatas bacaan wirid, zikir dan hidup dalam suasana sepi, bangun di tengah malam dan melaparkan diri.
Tidak jarang kemudian para pelaku jama’ah thariqah mengucilkan diri dari pergaulan di masyarakat, bahkan kemudian mengucilkan sebagian yang lain menganggap rendah dsb.
Dalam pandangan admin thariqah artinya petunjuk dalam melakukan sesuatu ibadah dengan ajaran yang ditentukan dan dicontoh oleh Nabi dan dikerjakan oleh tabi’in, turun temurun sampai dengan saat ini. Dengan kata lain thariqah adalah jalan / petunjuk dalam mengerjakan shalat, puasa, zakat, dzikir, do’a dan amalah ibadah lainnya.
Contoh mudah thariqah adalah :
1. Berwudlu mensucikan diri sebelum melaksanakan sholat.
2. Bangun untuk makan Sahur dan membaca do’a ketika akan berpuasa
3. Berdzikir sebelum sholat, dsb
thariqah = petunjuk / jalan untuk melaksanakan ibadah kepada Allah SWT.

3. HAKEKAT
Al-Haqqu = mempunyai makna benar, kebenaran, yang sebenar-benarnya, yang sesungguhnya.

فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّكَ عَلَى الْحَقِّ الْمُبِينِ (٧٩)
“ sebab itu bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya kamu berada di atas kebenaran yang nyata” (QS: An Naml:79)

المر تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ وَالَّذِي أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ الْحَقُّ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يُؤْمِنُونَ (١)

“ Alif laam miim raa. ini adalah ayat-ayat Al kitab (Al Quran). dan kitab yang diturunkan kepadamu daripada Tuhanmu itu adalah Benar: akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya).

مَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ (٧٤)

74. mereka tidak Mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha Perkasa. (QS Al Hajj:74)


Dari ke tiga ayat diatas kata al-haqqu ( kebenaran) itu adalah ” mengabdi / menyembah / menghambakan diri dengan sebenar benarnya kepada Alloh swt saja dan tidak mensekutukan Dia. Dilakukan dengan cara yang telah dicontohkan oleh Muhammad saw “ Hakekat adalah sesuatu bentuk ibadah yang sesungguhnya yang dikerjakan peraturan Allah yang dan sesuai dengan petunjuk yang telah dicontohkan oleh Rosulullah SAW.

Jadi Hakekat dalam agama islam adalah :
Perwujudan dari Menegakkan sholat sebagaimana yg diperintahkan dan yang telah dicontohkan oleh Muhmmad saw dan itu kita lakukan semata-mata karena Alloh. Inilah salah satu unsur dari al-haqqu yang akan membawa manfaat kepada pelakunya di akherat kelak, di antara unsur-unsur al-haqqu yang lain seperti, membaca ayat-ayat Alloh, berpuasa di bulan romadhon, zakat, infaq, shodaqoh, nikah, berbuat baik, jujur, dll yang semua itu ada dasarnya di dalam Al-Qur’an dan dijelaskan dalam As-Sunnah (perikehidupan Muhammad saw) dan semua itu mesti dilakukan semata-mata karena Alloh swt.

Suatu Bentuk pelaksanaan Sholat, Zakat, Puasa, dan amalan ibadah yang lain itulah Hakekat.

Demikianlah hakekat itu, mudah dan sederhana dan telah diamalkan oleh siapa saja dengan tingkat intelektualitas yang bagaimanapun.

Ma’rifat

Hati Hati berbicara tentang makrifat dan mempelajari makrifat admin yakin itulah kata yang muncul dari mulut saudara kita semua ketika di suguhi / ditanya tentang kata makrifat. Kalau mau belajar harus cari guru yang paling hebat dan orang yang paling alim. Makrifat ini adalah ilmu yang langka saking langkanya ilmu ini maka banyak orang mencari dan akhirnya tersesat. semula mengira bahwa ia akan mengajarkan ilmu hakikat makrifat ternyata mengajarkan yang bukan itu dan bahkan mengajarkan kesyirikan.
Ya…… admin yakin pikiran – pikiran seperti diatas selalu membayangi seseorang ketika bicara tentang makrifat. Suatu paradiqma yang sudah terlanjur berkembang dan dipercaya sebagai sesuatu yang ghaib dan jauh dari jangkauan kebanyakan akal dan pikiran manusia. Sebagian lagi beranggapan orang yang sudah makrifat itu sakti, kadang orang terkesan dengan kehebatan atau kesaktian yang dimiliki guru tersebut, dan menganggap kesaktian dan kehebatan itu tanda bahwa dia oarag suci. bisa inilah bisa itulah, ketemu sama inilah ketemu sama itulah, dsb.
Lalu apa beda mereka dengan para peramal, Dukun, tukang sihir, dsb ………? Toh mereka juga sakti (menurut beberapa orang) apakah mereka juga memiliki ilmu makrifat………???

Makrifat bukanlah sekedar ilmu namun suatu perbuatan atau tindakan yaitu suatu kesadaran dengan sebenar benar sadar bahwa tidak ada tuhan selain allah. mengakui sepenuhnya bahwa apa yang disampaikan rasulullah dalam qur an dan hadits adalah benar. apa yang benar itulah yang benar dan apa yang salah itu adalah salah. Perkuat syariah dan thariqah mengamalkan dengan keihlasan…. nanti nya akan ketemu dengan hakikat dan akhirnya akan makrifat. jadi sebenarnya Makrifat bukan ilmu namun suatu hasil amaliah. kalau makrifat di ilmukan jadinya malah membingungkan, bahkan ada yang lebih parah lagi ilmu makrifat diperdebatkan. Makrifat adalah wilayah pengalaman spiritual bahkan merupakan muara dari pengalaman ibadah itu sendiri yang akan kita alami. Tidak ada seorang gurupun yang mampu untuk memberikan kemampuan ini.
Yang sebenarnya bisa dilakukan oleh seorang guru memberikan suatu metode dengan mengajarkan syari’at, menuntun thariqat dan melaksanakan hakekat. Perkara makrifat atau tidak itu sangat tergantung dari Allah.
Firman Allah SWT :

اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَلا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ (٢٥٥)

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.
Allah lah yang akan memperkenalkan dirinya kepada hambanya yang dikehendaki untuk memakrifati Dia. Melalui tanda tanda kebesaran Nya, yang sebenarnya sudah ada disekitar kita.
Firman Allah SWT : QS Ar Ruum : 20 – 24
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ إِذَا أَنْتُمْ بَشَرٌ تَنْتَشِرُونَ (٢٠)
20. dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (٢١)
21. dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.
وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلافُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَانِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِلْعَالِمِينَ (٢٢)
22. dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.
وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ (٢٣)
23. dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.
وَمِنْ آيَاتِهِ يُرِيكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَيُحْيِي بِهِ الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ (٢٤)
24. dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.

bagaimana selanjutnya syari'ah, Thariqah, Hakekat, makrifat, menjadi sesutu hal yang misteius, adalah karena pola pikir manusia itu sendiri. karena sejatinya kesemuanya itu sudah diajarkan oleh rosulullah SAW dan diamalkan oleh kebanyakan Umat saaat ini.

Semoga kita diberi kemudahan Allah untuk mengenal NYa…
Amin ya rabbal alamin.

Wallahu’alam

Siapa Dajjal Dimana Dajjal

pembahasan mengenai siapa dajjal dan dimana dajjal seolah tiada pernah selesai untuk di bahas, baik dari segi agama maupun dari segi ilmu pengetahuan kebanyakan orang selalu mengaitkan hal tersebut (dajjal) dengan segitiga bermuda. 

DAJJAL apa atau siapa…………….?
Banyak diriwayatkan dalam beberapa hadist tentang apa atau siapa Dajjal
Dajjal adalah seorang manusia dari keturunan Yahudi. Dia bukan Jin atau apapun jua makhluk lain selain ia sebagai manusia yg ditangguhkan ajalnya "MinalMunzharin"
Dajjal adalah sebuah kata dalam Bahasa Arab, yang diturunkan dari akar kata "dajl". yakni "pendusta, penipu, penghasut, dan orang terlaknat yang mengaburkan pemikiran, hati, kebaikan dan kejahatan, kebenaran dan kesalahan, yang menyembunyikan wajah sesungguhnya tentang suatu hal dengan cara menutupinya, yang mengembara ke setiap tempat".

Sifat Badannya:

Hadis Huzaifah r.a katanya: Rasulullah s.a.w. telah bersabda: Dajjal ialah orang yang buta matanya sebelah kiri, lebat (panjang) rambutnya serta dia mempunyai Syurga dan Neraka. Nerakanya itu merupakan Syurga dan Syurganya pula ialah Neraka(Hadis Sahih Muslim)
Ada beberapa ciri perawakan Dajjal yg disebutkan dalam Hadis Rasulullahsaw, diantaranya: Seorang yg kelihatannya masih muda; Berbadan Besar dan agak kemerah-merahan; Rambutnya kerinting dan tebal. Kelihatan dari belakang seolah-olah dahan kayu yg rimbun.
Dan tandanya yg paling ketara sekali ada dua :
Pertama: Buta mata kirinya dan kelihatan seperti buah kismis yg kecut, manakala mata kanannya tertonjol keluar kehijau-hijauan berkelip-keliplaksana bintang. Jadi kedua-dua matanya adalah cacat.
Kedua: Tertulis didahinya tulisan "Kafir (Kaf-Fa-Ra)". Tulisan ini dapat dibaca oleh setiap org Islam, sama ada ia pandai membaca atau tidak. Mengikut hadis riwayat At-Thabrani, kedua-dua tanda ini menjelma dalam diri Dajjal setelah ia mengaku sebagai Tuhan. Adapun sebelum itu, kedua-dua tandayg terakhir ini belum ada pada dirinya.

dajjal
BUTA MATA KIRI DAN MATA YANG KANAN JUGA TIDAK DIFUNGSIKAN (buta kedua matanya)
Simbol dari ketidakpedulian / kebutaan manusia akan hukum Allah SWT, sudah tidak ada lagi batasan baik dan buruk, sifat Egois, ketidakperdulian nasib sesama, fakir miskin meraja lela, anak yatim di biarkan ditelantarkan, dsb.
Dajjal adalah seorang penipu yang menggambarkan kebenaran sebagai kebatilan dan kebatilan sebagai kebenaran, dan kebaikan sebagai kejahatan serta kejahatan sebagai kebaikan. setiap sesuatu yang ia nyatakan indah sebenarnya adalah kejahatan yang akan menimpakan bencana bagi umat manusia. Dan nilai-nilai yang ia gambarkan sebagai kejahatan sebenarnya bermanfaat dan untuk kepentingan umat manusia. Namun karena sebagian orang tidak memandang peristiwa-peristiwa menurut nilai-nilai ajaran Al Qur’an dan As Sunah Nabi Muhammad SAW, mereka akan tersesatkan oleh hal-hal yang diserukan Dajjal dan akan mengikutinya, sembari tidak peduli menjauhkan diri dari jalan Allah, yang seharusnya mereka ikuti. Mereka akan melihat betapa itu adalah kekeliruan besar akibat suasana penindasan yang akan dibangun Dajjal
Jelas Dajjal Sudah Ada Di Sekitar Kita..... ?

DI DADANYA / DI DAHINYA TERTULIS “KAF FA RA”
Kufur secara bahasa berarti menutupi. Sedangkan menurut syara’ kufur adalah tidak beriman kepada Allah dan Rasulnya, baik dengan mendustakannya atau tidak mendustakannya. Dan orang yang kufur disebut orang Kafir. Macam macam orang kafir disebutkan dalam Al Qur’an :
1. Kufur karena Mendustakan :

Firman Allah SWT :
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْكَافِرِينَ (٦٨)

‘’Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan yang hak tatkala yang hak itu datang kepadanya? Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir?” (Al Ankaabut : 68)

2. Kufur Karena Enggan dan Sombong :

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ (٣٤)
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada Para Malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," Maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia Termasuk golongan orang-orang yang kafir”

3. Kufur karena Ragu (Qs Al Kahfi : 35 – 38)
4. Kufur karena berpaling dari peringatan Allah (Qs Al-Ahqaf : 3)
5. Kufur karena Nifaq (QS Al-Munafiqun : 3)
6. Kufur karena tidak mensyukuri nikmat Allah SWT (An-Nahl : 83)
7. Kufur karena belajar dan Mengajarkan sihir (Al Baqarah : 102)
8. Dan sifat kufur yang lain.

Kita lihat sekarang dalam kehidupan sehari hari kita semakin banyak kebanggaan manusia dalam berbuat kufur, contoh sederhana Dajjal yang semakin digemari di Indonesia saat ini “Puluhan Layanan SMS Ramalan bintang” yang semakin digemari. Facebook pun tak ketinggalan dari layanan Ramalan Bintang. Lihatlah Betapa Bangganya Mereka yang menyediakan Layanan Ramalan itu, Meski mereka tahu Sihir itu dilarang tetapi Mereka Bangga.

Pergaulan Bebas , Dugem, Narkoba, Miras, sistem yang diadopsi dari negara penganut Dajjal kini semakin digemari oleh saudara kita di Indonesia, Dan anehnya mereka yang demikian merasa bangga dan bahkan menganggap hal tersebut sesuatu yang harus.
BUKANKAH SUDAH JELAS TERTULIS DI DADA / DI DAHI MEREKA …….???

Jelas Dajjal Sudah Ada Di Sekitar Kita...... ?


Tempat Tinggalnya Sekarang:

Menurut riwayat yg sahih yg disebutkan dlm kitab "Shahih Muslim", bahwa Dajjal itu sudah wujud sejak beberapa lama. Ia dirantai di sebuah pulau dan ditunggu oleh seekor binatang yg bernama "Al-Jassasah". Daripada Hadis ini jelaslah bagi kita bahawa Dajjal itu telah ada dan ia menunggu masa yg diizinkan oleh Allah swt untuk keluar menjelajah permukaan bumi ini dan tempat "transitnya" itu ialah disebelah Timur bukan di Barat.
Dajjal itu sudah wujud sejak beberapa lama.
Semakin menjelaskan bahwa Dajjal sebenarnya sudah ada di sekitar kita. Transitnya disebelah timur bukan di barat "jelas sekali yang menjadi sasaran Dajjal adalah orang timur (budaya timur) bukan orang barat karena sejatinya dari sana Dajjal berasal.

Rasulullah s.a.w bersabda: Tidak ada negara (dalam dunia) melainkan akan dipijak (dilanda) oleh Dajal kecuali Mekah dan Madinah kerana setiap jalan dan lereng bukit dijaga oleh barisan Malaikat. Oleh itu Dajal akan turun (berhenti) di satu kawasan bernama Sibkhah (tanah kering lagi masin) maka Madinah bergegar sebanyak tiga kali, kemudian semua para Kuffar (orang kafir) dan para Munafik keluar dari Madinah menemui Dajal.

Dijelaskan dalam Hadist diatas Negara yang tidak akan dipijak oleh Dajjal adalah Mekkah dan Madinah, dikatakan dalam hadist diatas semua orang kafir dan munafik keluar dari madinah menemui Dajjal, Kita lihat berapa banyak orang Muslim yang kaya dan Mampu untuk melaksanakan Ibadah Haji akan tetapi Lebih memilih berlibur / berjalan jalan keluar negeri mereka telah keluar dari melaksanakan ibadah haji dan lebih memilih untuk berlibur ketempat wisata………!
Makkah dan Medinah adalah tempat tujuan untuk melaksanakan Ibadah Haji yang akan mengantarkan kita Ke Syurga akan tetapi terlihat seperti Neraka. Sedangkan tempat berlibur seperti Pantai Kuta, Las Vegas, atau tempat tempat Liburan yang lain terlihat seperti Syurga padahal banyak sekali maksiat yang akan mengantarkan para Penggemarnya ke Neraka

Jelas Dajjal Sudah Ada Di Sekitar Kita. ..... ?


Berapa lama ia akan hidup setelah kemunculannya:

Dajjal akan hidup setelah ia memulakan cabarannya kepada umat ini, selama empat puluh hari sahaja. Namun begitu, hari pertamanya adalah sama dgn setahun dan hari kedua sama dengan sebulan dan ketiga sama dengan satu minggu dan hari-hari baki lagi sama seperti hari-hari biasa. Jadi keseluruhan masa Dajjal membuat fitnah dan kerosakan itu ialah 14 bulan dan 14 hari
Kita Lihat sekarang Berapa Kali dalam Satu Tahun Bencana / Kerusakan yang terjadi Di Dunia ………? Tidak usah jauh jauh kita lihat saja di Indonesia tempat kita tinggal bukankah terjadi fitnah dan kerusakan dimana mana bahkan bisa dikatakan 1 tahun sekali.
Jelas Dajjal Sudah Ada Di Sekitar Kita. ..... ?


Fitnah Dajjal:

Dajjal telah diberi peluang oleh Allah swt utk menguji umat ini. Oleh kerana itu, Allah memberikan kepadanya beberapa kemampuan yg luar biasa. Di antara kemampuan Dajjal ialah:

1. Segala kesenangan hidup akan ada bersama dengannya. Benda-benda beku akan mematuhinya. Sebelum kedatangan Dajjal, dunia Islam akan diuji dahulu oleh Allah dgn kemarau panjang selama 3 tahun berturut-turut. Pada tahun pertama hujan akan kurang sepertiga dari biasa dan pada tahun kedua akan kurang 2/3 dari biasa dan tahun ketiga hujan tidak akan turun langsung. Umat akan dilanda kebuluran dan kekeringan. Di saat itu Dajjal akan muncul membawa ujian.
Tidakkah Hal tersebut sudah kita alami, Kekeringan dan Musim Penghujan yang tidak menentu
Jelas Dajjal Sudah Ada Di Sekitar Kita. ..... ?

Maka daerah mana yg percaya Dajjal itu Tuhan, ia akan berkata pada awan:
Hujanlah kamu di daerah ini! Lalu hujan pun turunlah dan bumi menjadi subur. Begitu juga ekonomi, perdagangan akan menjadi makmur dan stabil pada org yg bersekutu dgn Dajjal. Manakala penduduk yg tidak mahu bersukutu dgn Dajjal. mereka akan tetap berada dlm kebuluran dan kesusahan.
Kita Lihat bagaimana Kondisi perekonomian dunia saat ini ……………..??? dikendalikan oleh negara negara Penganut Dajjal. Sementara mereka yang menjauh dari Negara Negara penganut Dajjal, Afghanistan, Irak, Iran, Palestine dsb. tetap berada dalam kesusahan.
Jelas Dajjal Sudah Ada Di Sekitar Kita. ..... ?

Dan ada diriwayatkan penyokong Dajjal akan memiliki segunung roti (makanan) sedangkan org yg tidak percaya dengannya berada dalam kelaparan dan kebuluran.
Dalam hal ini, para sahabat Rasullullah s.a.w. bertanya:"Jadi apa yg dimakan oleh org Islam yg beriman pada hari itu wahaiRasulullah? "Nabi menjawab:"Mereka akan merasa kenyang dengan bertahlil, bertakbir, bertasbih dan bertaubat. Jadi zikir-zikir itu yang akan menggantikan makanan." H.R IbnuMajah

2. Ada bersamanya seumpamanya Syurga dan Neraka
Sebagaimana kita diberitahu dalam hadits "Dia akan pula memiliki Surga dan Neraka bersamanya. Walaupun Surganya akan nampak seperti Surga, sebenarnya itu adalah Neraka, dan begitu juga, meskipun Nerakanya akan nampak seperti Neraka, sebenarnya itu adalah Surga," ,
Janganlah diartikan secara harfiyah. Semuanya itu adalah kata ibarat, tidak mungkin seorang makhluk bisa memegang Syurga di tangan kiri dan neraka di tangan kanan, misalnya kata JANNAH, ini mengibaratkan melimpahnya persediaan bahan-makanan, kesenangan dan kemewahan, sedang kata NAR mengibaratkan kurangnya bahan -makanan dan kesenangan hidup. Kata-kata syurga dan neraka tidaklah bererti bahawa Dajjal benar-benar membawa syurga dan neraka seperti kita membawa sebuah barang Bolpoint di tangan kanan dan Buku di tangan kiri. Namun yang sebenarnya dimaksud ialah bahwa Dajjal akan menguasai syurga dan neraka sebagaimana diterangkan dalam Hadits berikut ini: "Sungai dan buah-buahan dunia akan tunduk kepadanya". arti dari kata-kata itu, yakni bahwa segala macam persediaan yang mendatangkan kesenangan, kemewahan dan kenikmatan hidup di dunia, semuanya dikuasai oleh Dajjal. Dan inilah yang disebut syurga Dajjal bagi orang yang picik pandangannya; akan tetapi sebenarnya, ini semua disebut neraka, kerana siapa saja yang tenggelam dalam kesenangan hidup seperti Dugem di Diskotik sambil mabuk, bersukaria, pergaulan bebas antara lelaki dan wanita, minum, berjudi, melacur, pasti tidak ingat kepada Allah. Itulah Gambaran NERAKA SEPERTI SYURGA. Dan sebaliknya. SYURGA seperti Neraka. Karena setiap perbuatan baik, akan di jauhi dan dianggap jelek gak Gaul dan Kejujuran sudah tidak berharga. Di lain sisi Nasehat menasehati dianggap SOTOY, LEBAI, dll. bukankah sudah jelas hal hal yang dapat mengarahkan kita kepada Syurga terlihat seperti Neraka.
Jelas Dajjal Sudah Ada Di Sekitar Kita. ..... ?

3. Kepantasan perjalanan dan Negeri-Negeri yang tidak dapat dimasukinya:
diriwayatkan dalam HR Muslim
“Kami bertanya: Wahai Rasulullah! Bagaimana kepantasan perjalanannya diatas muka bumi ini? Nabi menjawab:"Kepantasan perjalanannya adalah seperti kepantasan "Al Ghaist" (hujan atau awan) yang dipukul oleh angin yang kencang." H.R Muslim
“Bukankah sudah jelas kecepatan perjalan yang disabdakan oleh Rosulullah SAW , menggambarkan kecepatan pesawat Udara dalam menjelajah diatas Bumi ini” Dajjal ada bersama mereka.
Jelas Dajjal Sudah Ada Di Sekitar Kita. ..... ?

4. Bantuan Syaitan-Syaitan untuk memperkukuhkan kedudukannya:
Syaitan juga akan membantu Dajjal. Bagi syaitan, inilah masa yg terbaik utk menyesatkan lebih ramai lagi anak cucu Adam a.s.

Wallahu'alam

Si Pulan

Al Kisah suatu ketika di sebuah lingkungan Pondok Pesantren,Terjadi pergunjingan tentang seorang santri (Si Pulan) yang sangat di sayangi oleh Pengasuhnya. Santri santri yang lain merasa iri hati karena perlakukan istimewa terhadap satu murid itu.. Mereka tak dapat mengerti mengapa Syeikh memberi perhatian khusus kepada anak itu. Akhirnya kabar itu terdengar ke telinga pengasuh Pondok Pesantren. Pak Kyai pun menyuruh semua santrinya untuk berkumpul di Aula. 

Kyai : “wahai para santri, permasalahan apakah yang kalian pergunjingkan selama ini terhadap Si Pulan”

Santri : “Kyai, selama ini kami semua adalah murid-murid yang tunduk dan patuh pada nasehat kyai, apakah gerangan penyebabnya sehingga Si Pulan mendapat perlakuan yang lebih istimewa dari kami, kami lebih dahulu mengabdi dan tidak sedikit dari kami yang ilmunya lebih tinggi dari Si Pulan” lalu kenapa Kyai lebih menyayangi si pulan dari pada kami semua…?

Singkat cerita Pak Kyai menyuruh setiap santri membeli ayam untuk kemudian menyembelihnya. Namun Pak Kyai memberi syarat bahwa mereka harus menyembelih ayam itu di tempat di mana tak ada yang dapat melihat mereka. Dan sebelum matahari terbenam, mereka harus dapat menyelesaikan tugas itu. 

Ke esokan harinya para santri berkumpul di halaman Pondok Pesantren dengan membawa sebilah pisau dan se ekor ayam. 

Kyai : “Baiklah…..!! hari ini aku adakan sayembara” Pergilah kalian ke menapun kalian akan menyembelih ayam itu, dengan syarat pada saat menyembelih ayam itu tidak boleh ada yang mengetahui nya. 

Para santri pun menuruti perintah dari Kyai, beberapa saat kemudian Satu demi satu santri kembali ke hadapan Pak Kyai, semua membawa ayam yang telah tersembelih. Dari muka mereka terlihat wajah sumringah karena telah berhasil menunaikan amanat dari Kyai, namun setelah lama menunggu Si Pulan tak juga datang, para santri pun kembali bertanya tanya ada yang meledek 

Santri 1 : “yach…. Masak potong ayam aja lama banget….?” 

Santri 2 : “nah terbukti sekarang, Si Pulan tuh gak bisa apa² paling paling dia lupa cara menyembelih ayam..”

Santri 3 : “Gak tau niatnya kaliee…..?”

Santri 4 : “Gue nih.. yang pertama berhasil, pasti gue yang menang…”

Design by The Blogger Templates

Design by The Blogger Templates