Showing posts with label sifat wajib allah. Show all posts
Showing posts with label sifat wajib allah. Show all posts

Sifat Wajib Allah Swt (Mukhallafatu lil hawadist)


Muhkhalafatu lil-Hawadist artinya berlawanan dengan segala sesuatu yang baru, maka mustahil bagi Allah sama dengan segala sesuatu yang baru. Allah swt berbeda dengan makhluk ciptaannya  tidak ada sesuatupun yang menyerupai Dia , sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Alquran surah Asy-Syuura ayat 11

Allah SWT, berfirman :

فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الأنْعَامِ أَزْوَاجًا يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ (١١

"(dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha mendengar dan melihat." (Q.S.Asy-Syuura : 11)´
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ

"Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan DIA (Allah Swt)" 

A
yat ini sebagai penegasan bahwa Allah Swt tidak  ada  sesuatu apapun yang serupa dengan Nya  dalam kefanaan ini, Zat sang Khaliq tidak bisa dikatakan dan tidak bisa digambarkan, dengan pengertian tidak bisa disebutkan seperti ini atau seperti itu.

Allah Swt tidak berbeda dengan makhlukNya (ciptaan) bumi, langit, manusia, hewan, tumbuhan, malaikat, jin, cahaya, rembulan, matahari, planet dan semua makhluk Ciptaan Allah Swt tidak ada yang serupa dengan Nya.

Maka sepatutnyalah bagi setiap Mu'min yang memiliki keyakinan yang benar untuk banyak-banyak mengucap tasbih dan pujian kepada Allah, agar ia memperoleh rahmat-nya.

Kesalahan terbesar yang dilakukan oleh akal / logika adalah ketika memaksa untuk mengukur hal yang tak terbatas dengan keterbatasan. cukupkanlah bagi akal/logika sampai kapada bukti keberadaan Tuhan dari apa yang apa yang dapat dicapai akal / logika tersebut sesuai dengan kemampuannya.dari berbagai bukti adanya penciptaan oleh yang menciptakan. 

Tidak sedikit dari saudara kita yang terus mencoba menembus keterbatasannya dalam ikhtiar untuk menemukan ketidakterbatasan (Tuhan), maka bukan tidak mungkin hal tersebut akan membawa kita kedalam perangkap dan atau pengaruh bisikan setan yang memang telah bersumpah untuk menyesatkan umat manusia dari jalan yang lurus. 

Wallahu'alam

Sifat Wajib Allah Swt III (baqa)

Pada Dasarnya Ilmu Tauhid (Aqidah/Iman) adalah hal yang harus dipelajari dipelajari lebih dulu sebelum kita mempelajari/melakukan ibadah seperti shalat, puasa, zakat, haji, dan sebagainya. Bagaimana kita bisa tergerak untuk melakukan ibadah jika dalam hati kita tidak ada iman? Bagaimana kita bisa ikhlas dan khusyuk beribadah jika kita tidak tahu/tidak yakin akan Allah SWT dan sifat-sifatNya?

Allah SWT Berfirman :  
Ayat Kursi
  
اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَلا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ (٢٥٥)

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi[**] Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.

[**] Kursi dalam ayat ini oleh sebagian mufassirin diartikan dengan ilmu Allah dan ada pula yang mengartikan dengan kekuasaan-Nya.

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ () وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Rabb-mu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. “ (QS. Ar-Rahman: 26-27)


هُوَ الْحَيُّ لا إِلَهَ إِلا هُوَ فَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (٦٥)

"Dialah yang hidup kekal, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan dia; Maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadat kepada-Nya. segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."

Meyakini sifat sifat Allah SWT adalah sebagian perwujudan dari Rukun Iman yang pertama yakni beriman kepada Allah SWT.  Diantara sifat sifat Wajib Allah SWT adalah Baqa’ yaitu kekal. Manusia, hewan ,tumbuhan, dan makhluk lainnya selain Allah akan mati dan hancur dan akan kembali kepadaNya. Hanya Allah SWT lah yang kekal.

Sifat wajib Allah swt yang ketiga yaiitu Baqo’ (Kekal) sebagaimana dijelaskan dalam ayat alquran diatas. Tidak mungkin Allah itu Fana’ (Binasa).Allah sebagai Tuhan Semesta Alam itu hidup terus menerus. Kekal abadi dan terus menerus mengurus makhluk ciptaannya. andai kata Allah SWT tidak mempunyai sifat baqa (kekal), bagaimana nasib ciptaannya seperti manusia? siapa yang akan mengurus setiap apa yang ada di langit dan bumi.


Beriman kepada Allah SWT dan yakin bahwa kehidupan di dunia ini suatu saat akan berakhir dan di akhirat nanti masing-masing kita harus mempertanggungjawabkan setiap detik perjalanan hidup di dunia. Dialah satu-satunya pemilik sebagaimana Dia adalah satu-satunya pencipta, demikian juga Dia pengatur satu-satunya yang mengatur segala sesuatu.


cara yang paling mudah dan bahkan dianjurkan adalah dengan merenungkan Tanda-Tanda Kekuasaan Allah


Allah Swt berfirman,


“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, bahtera-bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan (suburkan) bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; (pada semua itu) sungguh terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berakal.” (Al-Baqarah: 164)


Ayat ini mengundang kita berpikir dan merenung tentang sekian banyak hal:


Pertama, berpikir dan merenungkan tentang penciptaan langit dan bumi. Kata [khalq] yang diterjemahkan di atas dengan penciptaan dapat juga berarti pengukuran yang teliti atau pengaturan. Karena itu, di samping makna di atas, ia juga dapat berarti pengaturan sistem kerjanya yang sangat teliti. Yang dimaksud dengan langit adalah benda-benda angkasa seperti matahari, bulan, dan jutaaan gugusan bintang-bintang yang kesemuanya beredar dengan sangat teliti dan teratur.


Kedua, merenungkan pergantian malam dan siang. Yakni perputaran bumi dan porosnya yang melahirkan malam dan siang serta perbedaannya, baik dalam masa maupun dalam panjang serta pendek siang dan malam.


Ketiga, merenungkan tentang bahtera-bahtera yang berlayar di laut, membawa apa yang berguna bagi manusia. Ini mengisyaratkan sarana transportasi, baik yang digunakan masa kini dengan alat-alat canggih maupun masa lampau yang hanya mengandalkan angin dengan segala akibatnya.


Keempat, merenungkan tentang apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, baik yang cair maupun yang membeku. Yakni memperhatikan proses turunnya hujan dalam siklus yang berulang-ulang, bermula dari air laut yang menguap dan berkumpul menjadi awan, menebal, menjadi angin, dan akhirnya turun menjadi hujan, serta memperhatikan pula angin dan fungsinya, yang kesemuanya merupakan kebutuhan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan.


Kelima, berpikir tentang aneka binatang yang diciptakan Allah, baik binatang berakal (manusia) atau pun tidak, menyusui, bertelur, melata dan lain-lain.


Pada semua itu sungguh terdapat tanda-tanda keesaan dan kebesaran Allah bagi kaum yang berakal.
Sangat disayangkan, bahkan aneh, walau bukti-bukti itu sudah sedemikian nyata, namun masih ada yang mengingkari wujud dan keesaan Allah.

Wallahu'alam



Sifat Wajib Allah Swt II




هُوَ الأوَّلُ وَالآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ (٣)

" Dialah yang Awal dan yang akhir yang Zhahir dan yang Bathin; dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu."

Yang dimaksud dengan: yang Awal ialah, yang telah ada sebelum segala sesuatu ada, yang akhir ialah yang tetap ada setelah segala sesuatu musnah, yang Zhahir ialah, yang nyata adanya karena banyak bukti- buktinya dan yang Bathin ialah yang tak dapat digambarkan hikmat zat-Nya oleh akal.

Di beberapa mata pelajaran keagamaan, baik disekolah umum maupun di pondok pesantren telah diajarkan mengenai beberapa sifat wajib bagi Allah SWT , untuk menepati kesanggupan yang telah kami sampaikan beberapa minggu yang lalu, Insya Allah jika tidak ada halangan akan kami jabarkan satu persatu sifat sifat Wajib Allah dan ayat ayat alquran yang menyatakannya.


Seperti yang telah kami sampaikan pada posting sebelumnya, dan saya tidak dapat di pungkiri bahwasanya dalam islam sendiri terdapat berbagai perbedaan penafsiran dan kepercayaan terlebih di zaman sekarang ini banyak sekali orang pintar, pandai dan genius, bahkan dapat mengerti dan memahami ayat suci alquran hanya dalam beberapa jam atau beberapa menit. (silahkan dicari di mbah google). Hal inilah yang kemudian menjadikan islam terpecah menjadi beberapa golongan dan masing masing pastinya ingin di anggap benar. Kenyataan yang harus kita terima dengan legowo, dan menghormati pendapat nampaknya belum dimiliki oleh setiap kalangan petinggi kita. 


kembali kepada topik diatas Sifat sifat wajib Allah Swt yang kedua yakni Qodim dijelaskan dalam Alquran Surah Al Hadiid ayat 3. Ahlus sunnah waljama’ah sepakat bahwa Allah SWT itu bershifat Qidam sesuai dg petunjuk Al quran, Hadist dan Akal untuk menghindari kesalah pahaman arti Qodim pada umumnya, sebaiknya kita ketahui pula Klasifikasi Qodim itu menurut penggunaan arti yg berlaku dalam bahasa Yaitu :

A. Qodim Dzati : yang di maksud adalah Qodimnya Dzat dan Shifat Allah SWT .
B. Qodim Zamani : yang di maksud adalah Arti dahulu yg berkaitan dengan waktu. ika Allah swt di liputi zaman tentu berpermulaan, dan jika berpermulaan berarti bershifat sama dengan mahkluk Nya, dan Allah SWT tidak sama dengan Makhluk Nya (bersambung dengan pembahasan ke 4 sifat Allah Mukhollafatu lil Hawadist).
C. Qodim Idlofi : ini seperti dahlnya seorang Ibu daripada Seorang Anak. Dan ini juga Mustahil Bagi Allah SWT.
Di era modern ini banyak bermunculan aliran dan faham yang berbeda satu sama lain. Tiap-tiap mengklaim alirannya yang paling benar sementara aliran yang lain kurang benar. Perbedaan dan perpecahan umat islam menjadi beberapa aliran adalah Sunnatullah yang tidak bisa dihindari. Dalam beberapa hadits yang banyak diriwayatkan para ahli hadits Rosulullah saw telah menjelaskan bahwa akan terjadi perpecahan dalam ummat islam.
Firman Allah SWT ;
ولوشاء الله لجعلكم امة واحدة ولكن ليبلوكم في ما أتاكم فاستبقوا الخيرات
Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadiakn-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan.
Jika kemudian muncul pertanyaan lalu bagaimana bagi kita yang baru saja masuk islam dan tidak tahu menahu tentang hal tersebut. ...?
Jawab :
Berpeganglah pada Alquran dan Sunnah Rosul, 
Firman Allah SWT : 
Demi masa.
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Bukan Kepandaian dan Ilmu agama yang menjadikan manusia itu orang yang beruntung. akan tetapi orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta saling menasehati dalam setiap perbuatan, itulah orang orang yang tidak merugi.

Wallahu'alam.

Sifat Wajib Allah SWT



 بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم 

Sifat Wajib Allah SWT diterangkan di dalam Kitab Suci Al quran memang tidak langsung apa adanya akan tetapi tersebar di berbagai surah dalam Alquran.Mungkin diantara kita masih ada yang ingat ketika masih dibangku SD, Guru Agama menyuruh untuk menghafal Sifat Wajib bagi Allah yang berjumlah 20, dan kemudian setelah kita dewasa bertanya - tanya, karena tidak menemukan ke-20 sifat itu secara tertulis di dalam Alquran.
Setiap muslim harus meyakini bahwa Allah memiliki semua sifat yang mulia. Seorang muslim juga harus meyakini bahwa Allah mustahil bersifat yang menunjukan kekurangan dan kelemahan. Allah mustahil memiliki sifat yang tidak sempurna, yang menunjukan kelemahan dan kekurangan.
Baik Secara Tersirat maupun Tersurat sifat sifat Allah SWT tersebut adalah seperti diterangkan dalam alquran. 
1. Sifat Wajib bagi Allah SWT yang pertama Adalah WUJUD : 
Wujud artinya “ada” , maka mustahil Allah bersifat “tiada”. Firman Allah dalam Al-Qur’an ( Qs As-Sajadah : 4 ) 


اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ مَا لَكُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا شَفِيعٍ أَفَلا تَتَذَكَّرُونَ

“Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. tidak ada bagi kamu selain dari padanya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at. Maka Apakah kamu tidak memperhatikan?”

Pertanyaan yang muncul dalam benak kita setelah membaca ayat diatas adalah bagaimana kita dapat meyakini wujud Allah swt...?

Bila Anda melihat atau menyaksikan pesawat terbang melintas di udara, maka dengan yakin Anda mengatakan bahwa pasti ada  pilot yang mengendalikan pesawat meskipun Anda tidak melihat nya. Karena jika yang mengendalikan pesawat itu tidak ada, mustahil  pesawat itu dapat  terbang dan melalui rutenya dengan selamat.
lalu apa kaitannya dengan wujud Allah? 
Jawabnya adalah ketika kita melihat matahari, bulan, bintang dan planet bergerak teratur, malam dan siang berganti dengan keteraturan yang amat detil. Mungkinkah mereka ada dan bergerak sendiri? 
Tidak diragukan lagi bahwa semuanya telah diciptakan dan diatur oleh Allah swt. mustahil matahari, bulan, bintang-bintang, planet, siang, dan malam menjadi ada dan bertahan dengan pergerakannya yang amat teratur. Dengan demikian pula tidak akan ada makhluk yang sangat tergantung dengan mereka semua.

Firman Allah Swt QS Al A'raaf :54

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلا لَهُ الْخَلْقُ وَالأمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ (٥٤)

“ Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Tuhan semesta alam”


Firman Allah Swt QS Lukman : 25

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لا يَعْلَمُونَ (٢٥)

“dan Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" tentu mereka akan menjawab: "Allah". Katakanlah : "Segala puji bagi Allah"; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.”


Firman Allah Swt QS Al Hajj : 18

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الأرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ الْعَذَابُ وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ (١٨)

“Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. dan Barangsiapa yang dihinakan Allah Maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki”

Dan ayat Ayat yang lain 

Wujud adanya Allah Swt  dapat dapat dibuktikan melalui 4 macam  :
  • Dalil Fitrah.
Bukti fitrah tentang wujud Allah adalah bahwa iman kepada sang Pencipta merupakan fitrah setiap makhluk, tanpa terlebih dahulu berpikir atau belajar. Tidak akan berpaling dari tuntutan fitrah ini, kecuali orang yang di dalam hatinya terdapat sesuatu yang dapat memalingkannya. 
Firman Allah SWt :
Dan ingatlah ketika Tuhanmu menurunkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu’ Mereka menjawab: ‘ (Betul Engkau Tuhan kami) kami mempersaksikannya (Kami lakukan yang demikian itu) agar kalian pada hari kiamat tidak mengatakan: ‘Sesungguhnya kami bani Adam adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan-Mu) atau agar kamu tidak mengatakan: ‘Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu sedangkan kami ini adalah anak-anak keturunan yang datang setelah mereka.’” (QS. Al A’raf: 172-173).
  • Dalil Indrawi
Bukti indera tentang wujud Allah sebenarnya sudah sering kita rasakan dan kita alami. Kita dapat mendengar dan menyaksikan terkabulnya doa orang-orang yang berdoa serta pertolongan-Nya yang diberikan kepada orang-orang yang mendapatkan musibah. Tanda-tanda para Nabi yang disebut mu’jizat, yang dapat disaksikan atau didengar banyak orang merupakan bukti yang jelas tentang keberadaan Allah Swt, karena hal-hal itu berada di luar kemampuan manusia. Allah melakukannya sebagai pemerkuat dan penolong bagi para Rasul. Adanya langit, bumi dan isinya adalah bukti nyata yang dapat kita rasakan dengan indera kita. 
  • Dalil ‘Aqli (dalil akal pikiran)
Bukti akal tentang adanya Allah swt adalah proses terjadinya semua makhluk, bahwa semua makhluk, yang terdahulu maupun yang akan datang, pasti ada yang menciptakan. Tidak mungkin makhluk menciptakan dirinya sendiri, dan tidak mungkin pula tercipta secara kebetulan. Tidak mungkin wujud itu ada dengan sendirinya, karena segala sesuatu tidak akan dapat menciptakan dirinya sendiri. 
Firman Allah Swt :( Qs Ath Thuur 35-37)

أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ (٣٥)
" Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?"

أَمْ خَلَقُوا السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ بَل لا يُوقِنُونَ (٣٦)
"ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu?; sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan)."

أَمْ عِنْدَهُمْ خَزَائِنُ رَبِّكَ أَمْ هُمُ الْمُسَيْطِرُونَ (٣٧)
" ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhanmu atau merekakah yang berkuasa?"
  • Dalil Naqli (Dalil Syara’)
Bukti syara’ tentang wujud Allah bahwa seluruh kitab langit berbicara tentang itu. Seluruh hukum yang mengandung kemaslahatan manusia yang dibawa kitab-kitab tersebut merupakan dalil bahwa kitab-kitab itu datang dari Rabb yang Maha Bijaksana dan Mengetahui segala kemaslahatan makhluknya. Berita-berita alam semesta yang dapat disaksikan oleh realitas akan kebenarannya yang didatangkan kitab-kitab itu juga merupakan dalil atau bukti bahwa kitab-kitab itu datang dari Rabb yang Maha Kuasa untuk mewujudkan apa yang diberitakan itu.
Firman Allah Swt : 

أَفَلا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلافًا كَثِيرًا (٨٢)

"Maka Apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya."
Setelah kita mengenal dan mengimani keberadaan Allah sebagaimana telah dijelaskan diatas, maka perlu kita kenali Allah swt sebagai Rabb yang telah menciptakan, memiliki dan mengatur semua makhluknya, Dialah satu-satunya pencipta yang mengadakan sesuatu dari ketiadaan,

Allah pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya:”Jadilah”. Lalu jadilah ia. (QS. Al Baqarah:117)
Dialah Allah Swt satu-satunya pemilik sebagaimana Dia  Allah Swt adalah satu-satunya pencipta, demikian juga Dia Allah Swt yang mengatur segala sesuatu.
Wallahu'alam 

Design by The Blogger Templates

Design by The Blogger Templates