Showing posts with label tips. Show all posts
Showing posts with label tips. Show all posts

Bergaul Dan Memilih Teman Agar Tidak Terpengaruh Hal Negatif

Siska Megalia Yunandi  

Assalamualaikum...

aku ingn brtanya,, bgaimana spaya qta tidak mudah trpengaruh oleh hal2 negatif d sektar qta?
Apalagi pergaulan remaja, kdg2 anak yg gak suka badung, gak suka nakal , dan menjauh dari perjinahan, suka dkatain munafik. 

TerimakasiH kakak,

Wa'alaikum salam warahmatullah


Modernisme adalah suatu konsep yang berhubungan dengan hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya di suatu massa. Walaupun demikian, 'modernisme' pada umumnya dilihat sebagai reaksi individu dan kelompok terhadap dunia 'modern', (dalam arti segala bentuk aktivitas yang sedang menjadi trend pada saat ini dan atau yang akan datang.

Mereka yang mengklaim dirinya kaum modernis sejatinya menganggap bahwa teknologi akan menjadi sumber kebahagiaan manusia dan menjanjikan dunia yang lebih baik, hal itu tidak berlangsung setidaknya beberapa waktu sampai ditemukannya sesuatu yang baru dan lebih baik lagi (menurut mereka).

Disadari atau tidak Refleksi tentang kehidupan yang telah menjangkiti diri dan atau melanda masyarakat Indonesia (khususnya generasi muda) saat ini, Dari Kacamata Islam ( Al Quran Dan Sunnah ) bukanlah makna sesungguhnya dari  Modernisme itu sendiri melainkan Faham Jahiliyyah. Hal ini dapat kita lihat dari cerminan sikap dan perkataan maupun perbuatan yang dilakukan oleh beberapa orang / kelompok yang mengatasnamakan Modernisme sejatinya kembali kepada sifat sifat dan sikap yang dilakukan pada zaman Jahiliyyah.

Penyandaran sesuatu kepada kebodohan, tidak berdasarkan pada ilmu pengetahuan dan sumber dari segala sumber pengetahuan (Al Quran), Meyakini sesuatu dengan tidak benar dan atau mengerjakan sesuatu dengan menyalahi aturan yang telah ditetapkan.
Dari nash-nash al-Qur`an dan Sunnah jelaslah bahwa setiap penyimpangan dari petunjuk Allah dan Rasul-Nya, baik itu menyangkut Aqidah, ibadah, prilaku, maupun amal adalah perbuatan Jahiliyyah.

Seperti yang telah kami uraikan diatas dimana Norma dan atau aturan kehidupan saat ini nampaknya telah kembali kepada kehidupan Jahiliyyah dimana sesuatu yang Positif dan atau Baik serta sesuai dengan aturan telah menjadi sesuatu hal yang langka dan dinilai Negatif oleh sebagian orang. 

Modernisme yang di idam idamkan dan sejatinya diharapkan guna untuk meningkatkan harkat, derajat dan martabat manusia, menuju kehidupan yang lebih baik telah menjadi boomerang bagi umat manusia itu sendiri.
Jauh sebelum hal ini terjadi Allah Swt telah memberikan kita rambu rambu yang seyogyanya kita jauhi melalui Mukjizat yang telah diturunkan melalui junjungan kita Nabi Muhammad Saw.

Firman Allah Swt dalam surah Al Maidah Ayat 48 - 50 :
وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ (٤٨)وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ (٤٩)أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ (٥٠

48. dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian[421] terhadap Kitab-Kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. untuk tiap-tiap umat diantara kamu[422], Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,

49. dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), Maka ketahuilah bahwa Sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. dan Sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.

50. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?

(selengkapnya baca tentang : Saat ini kita kembali ke Zaman Jahiliyyah)

Bagaimana supaya kita tidak terpengaruh oleh hal hal negatif disekitar kita..?

Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial yang butuh untuk bermasyarakat tidak dapat hidup sendiri dalam artian saling membutuhkan satu sama lain, bergaul, bertetangga, nongkrong atau apapun itu sebutannya menjadi kebutuhan yang sangat dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari hari,

Akan tetapi terdapat batasan dan atau aturan didalam islam bagaimana sebaiknya kita bergaul dan memilih teman. sehingga Allah Swt memerintahkan kita umat manusia agar bergaul dengan orang-orang yang benar

Firman Allah Swt :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ (١١٩

“ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. ” (At- Taubah :119)
Islam juga melarang kita agar tidak bergaul dengan orang-orang yang buruk akhlaknya, bejat moralnya & zalim, yang akan membawa kita kepada adzab dan pada akhirnya diiringi sebuah penyesalan kelak di hari Kiamat.

Firman Allah Swt : 
وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلا (٢٧)يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلانًا خَلِيلا (٢٨)لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلإنْسَانِ خَذُولا (٢٩)

“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit kedua tangannya (,menyesali perbuatannya)  seraya berkata, ” “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si Fulan itu teman akrab (ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur’an ketika Al Qur’an telah datang kepadaku”. Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia.” (Al Furqan : 27-29)
Adalah hal yang nyata dan tidak bisa dipungkiri seorang teman baik secara langsung maupun tidak langsung merupakan guru bagi temannya yang lain. cepat atau lambat sikap dan atau sifat yang dimiliki oleh teman kita baik atau kurang baik akan menular pada teman yang lain. Penularan itu disebabkan oleh pengaruh kedekatan dan atau pengaruh cinta, dan pada akhirnya sebagian atau seluruh kepribadian seorang teman itu akan muncul dalam diri temannya yang lain. baik dalam perkataannya maupun perbuatan yang menampakkan perilakunya tanpa disadari.

Bersyukurlah bagi mereka yang memiliki dan memilih teman yang Baik dan Benar, sholeh yang selalu mengajak kepada kebaikan dan menjauhi kemungkaran. sedang bagi mereka yang memiliki teman atau berada di lingkungan yang sebaliknya, tetaplah berpegang teguh pada Alquran dan Sunnah Rosul.

Firman Allah swt :
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ (١٩٩
"Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh"

Dalam Ayat diatas terdapat 3 sikap yang sebaiknya kita lakukan seandainya kita berada dilingkungan yang kurang baik. 
1. Jadilah engkau pemaaf
 Seperti yang telah dialami oleh saudari ku Siska Megalia Yunandi  dimana mereka yang tidak Badung dan nakal serta menjauhi perjinahan seringkali dikatakan sebagai orang munafik. Kejadian yang seperti ini telah ada dizaman Rosulullah Saw, dan mereka yang berbuat demikian adalah orang orang yang berdosa sebagaimana dijelaskan dalam Alquran. 
Firman Allah Swt 

"Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman.Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanyaDan apabila orang-orang yang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira.Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: "Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat"

Al Muthaffifin : 29 - 32
sikap yang seyogyanya dilakukan adalah memaafkan mereka yang sudah berbuat hal hal yang demikian .serta mendo'akan agar mereka mendapatkan petunjuk dari Allah Swt dan segera bertaubat. sebanyak apapun cacian dan atau ejekan adalah ujian dan godaan syetan
 
2. Suruhlah orang mengerjakan kebaikan
Terdapat ladang amal yang sangat besar ditempat saudari dimana mereka orang orang saling menasehati untuk mengerjakan kebaikan dan menjauhi keburukan adalah orang orang yang tidak merugi.
Firman Allah Swt :

"Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." Al Ashr : 2 - 3

3. Berpalinglah dari mereka.
Sikap yang terakhir adalah berpaling dan menjauhi mereka, jika dirasakan / khawatir jika nantinya saudariku akan terperdaya dan masuk kedalam perangkap syetan. yang menyebabkan penyesalan kelak baik di dunia maupun di hari kiamat. seperti yang dijelaskan dalam surah Al Furqan : 27-29.

Kita tidak akan pernah tahu kapan, dimana , dan apa yang akan terjadi besok, teman hari ini bisa jadi musuh esok hari, dan sebaliknya musuh pada hari ini bisa jadi teman esok hari. Tetaplah berpegang teguh pada ajaran ajaran Alquran dan Sunnah Rosul yang insya allah akan membawa kebaikan baik di dunia maupun di akherat.

Wallahu'alam.

MULAI DARI DIRI SENDIRI

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ (٦)

Hai orang-orang yang beriman, PELIHARALAH DIRIMU DAN KELUARGAMU DARI API NERAKA yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (At Tahriim :6)


Barangsiapa yang mengakui tiga perkara tetapi tidak menyucikan diri dari tiga perkara yang lain maka dia adalah orang yang tertipu.
1. Orang yang mengaku kemanisan berzikir kepada Allah, tetapi dia mencintai dunia.
2. Orang yang mengaku cinta ikhlas di dalam beramal, tetapi dia ingin mendapat sanjungan dari manusia.
3. Orang yang mengaku cinta kepada Tuhan yang menciptakannya, tetapi tidak berani merendahkan dirinya.

Rasulullah S.A.W telah bersabda, “Akan datang waktunya umatku akan mencintai lima dan lupa kepada yang lima :
1. Mereka cinta kepada dunia. Tetapi mereka lupa kepada akhirat.
2. Mereka cinta kepada harta benda. Tetapi mereka lupa kepada hisab.
3. Mereka cinta kepada makhluk. Tetapi mereka lupa kepada al- Khaliq.
4. Mereka cinta kepada dosa. Tetapi mereka lupa untuk bertaubat.
5. Mereka cinta kepada gedung-gedung mewah. Tetapi mereka lupa kepada kubur.”


 
 
 





ingin Punya Keturunan


Setelah menikah, hal yang paling utama di inginkan baik dari pihak suami maupun isteri tentunya adalah kehadiran buah hati, atau yang kita sebut anak, tentunya dengan harapan memperoleh anak yang sholeh / sholehah dunia maupun akherat, berguna bagi nusa bangsa dan agama. <---------< dikutip dari tulisan tulisan di selapanan (adat jawa untuk selamatan anak) ^_*

Akan tetapi tidak sedikit kita temui baik itu saudara maupun tetangga setelah beberapa tahun menikah masih juga belum mendapatkan keturunan. sedangkan "USAHA UNTUK MENDAPATKANNYA" sudah sering dijalankan. kekhawatiran dan beribu ribu pertanyaan muncul baik dari pihak laki² maupun perempuan. yang inilah....!! yang itulah.....!!.

Permasalahan ini seringkali menjadi pemicu utama retaknya sebuah hubungan keluarga Dan Rosullah sangat tidak menyukai perpecahan, lalu bagaimana solusinya :

1. Apakah dalam islam ada tata cara "USAHA UNTUK MENDAPATKAN" keturunan, dlsb ...?

tentu saja ada : kalau di negara hindustani kita kenal sebuah kitab yang sangat fenomenal yang diberinama "Kama Sutra" dalam islam juga banyak sekali kitab² yang membahas hal tersebut.

Abu Hamid Al-Ghazali, dalam kitab Ihya’ mengenai adab bersetubuh, beliau berkata:

“Disunnahkan memulainya dengan membaca Bismillahirrahmaanir-rahiim dan berdoa, sebagaimana Nabi saw. mengatakan:

“Ya Allah,jauhkanlah aku dan setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau berikan kepadaku’.”

Rasulullah saw. melanjutkan sabdanya, “Jika mendapat anak, maka tidak akan diganggu oleh setan.”

a. Fore Play : lo....!!! kok gaya barat ada fore play ...??? Benar.... dalam islam sangat mengedepankan keramahtamahan antara suami istri, bahkan di beberapa kitab di jelaskan sebelum melakukan "USAHA UNTUK MENDAPATKAN" keturunan di sunnahkan mandi / berwudlu, sholat sunnah, dan makan makanan yang tidak mengenyangkan. ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud adalah buah buahan.
selanjutnya
Al-Ghazali berkata, “Dalam suasana ini (akan bersetubuh) hendaknya didahului dengan kata-kata manis, bermesra-mesraan dan sebagainya; dan menutup diri mereka dengan selimut, jangan telanjang menyerupai binatang. Sang suami harus memelihara suasana dan menyesuaikan diri, sehingga kedua
pasangan sama-sama dapat menikmati dan merasa puas.”

DOA SEBELUM BERSETUBUH:
"Bismillah. Allaahumma jannibnaash syaithaa-na wa jannibish syaithaa-na maa razaqtanaa".

Dengan nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami berdua (suami isteri) dari gangguan syaithan serta jauhkan pula syaithan itu dari apa saja yang Engkau rezqikan kepada kami.

Dari Abdulah Ibnu Abbas r.a. berkata:
Maka sesungguhnya apabila ditakdirkan dari suami isteri itu mendapat seorang anak dalam persetubuhan itu, tidak akan dirosak oleh syaithan selama-lamanya.
Hadits Sahih Riwayat Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas r.a.

2.Intercourse
Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok  tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanammu itu dengan cara bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan takwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemuiNya. Dan berilah kabar gembira bagi orang-orang yang beriman.” (Q.s.
Al-Baqarah: 222-223).

(........ sensor)

3.Afterplay
seperti halnya poreplay kegiatan² after play juga sebaiknya dilakukan seperti ucapan terima kasih baik dari suami maupun istri. ciuman ciuman di sekitar wajah, dll. dan yang terpenting adalah segera MANDI Besar.

Insya Allah… "USAHA UNTUK MENDAPATKAN" adalah satu bagian dari kehidupan makhluk Allah, yang tidak sepatutnya… dianggap sebagai hal yang “memalukan” atau “menjijikan”. UM" seharusnya “disyukuri” dan dilakukan dengan kaidahNYA. Yang penting adalah… Islam tidak membolehkan kita untuk “menceritakan ttg pasangan” kepada orang lain. Tidak membicarakan "UUM" dalam konteks… yang dapat menimbulkan syahwat (karena ini hanya boleh ada pada pasangan suami istri).

lebih : lengkap do'a yang dibaca download disini  http://sites.google.com/site/revelationssite/artikle

Wallahu'alam

Mengaji di Kuburan


Note : Membaca Al Quran facebook = Thursday, August 6, 2009 at 8:23pm
Milki Aan : Bagaimana Hukum nya mengaji di Kuburan ........?

Jawaban
 Ada dua pendapat mengenai hukum membaca Al Qur'an di Kuburan :
1. Tidak Boleh
Alasannya tidak boleh karena Membaca Al-Qur'an di atas sangat tidak sopan ^_^ gimana klo kuburannya longsor/ambles (jawa) kan bisa ikut terkubur ...... he...he.. bercanda dulu bang ^_^ Sekarang serius sebenarnya Membaca Al-Qur'an di atas kuburan merupakan perbuatan bid'ah yang tidak berdasar sama sekali baik dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam maupun para sahabatnya Radhiyallahu 'anhum. Maka tidak selayaknya bagi kita untuk mengada-ngadakannya, karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam suatu riwayat menyebutkan. "Setiap yang diada-adakan adalah bid'ah dan setiap bid'ah merupakan kesesatan"
“ Tidak boleh sedikitpun membaca daripada AL-Qur’an walaupun hanya surat AL-Fatihah. Rasulullah SAWbersabda Janganlah kamu menjadikan rumahmu bagaikan pemakaman. Sesungguhnya syaitan itu akan lari terbirit-birit dari sebuah rumah yang didalamnya dibacakan Surat Al-Baqarah. ( HR Imam Muslim )
Ini bagi orang yang tidak memperbolehkan ^_^

2. Boleh
Mengenai Golongan yang memperbolehkan adanya bacaan AL-Qur’an di pemakaman pendapat tersebut bersumber dari hadits berikut :
Hadits dari sahabat Abdullah bin Umar ra. Bahwa Rasulullah SAW telah bersabda “ Jika telah meninggal salah seorang diantara kamu, maka janganlah kamu menahannya dan segerakanlah membawa kekubur ( maksudnya dikubur ) dan bacakanlah Fatihah Al-Kitab disamping kepalanya.” ( HR Imam Baihaqi dan Thabrani )
“ Dari Sahabat Ali ra Rasulullah SAW bersabda Barang Siapa Memasuki pemakaman lalu membaca Syrat Al-Ikhlas sebelas kali dan menghadiahkan pahalanya kepada orang yang meninggal ( ahli kubur ) maka ia akan diberi pahala sebanyak orang yang mati disitu.” ( HR Imam Daruqutni, Abu Muhammad Al-Samarqandi dan Imam Rafi’I Haula Khashaish Al-Qur’an hal 45 )

Dan masih banyak hadist-hadist lain yang memperbolehkan dan tidak memperbolehkan. banyak sekali dibahas di forum forum kajian islami tentang hal ini ada puluhan bahkan mungkin Ratusan. Sebenarnya segala macam persengketaan ini telah dikatakan dalam Al Qur’an Surat Al Huud (118 : 119 )
وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ (١١٨)

118. Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka Senantiasa berselisih pendapat,
إِلا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ وَلِذَلِكَ خَلَقَهُمْ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لأمْلأنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ (١١٩)
119. kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. dan untuk Itulah Allah menciptakan mereka. kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: Sesungguhnya aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.

Dari ayat diatas jelas dikatakan bahwa Umat manusia senantiasa berselisih pendapat kecuali orang² yang di beri rahmat. Dan orang jika terjadi silang pendapat maka mengacu pada firman Allah SWT dalam surat An Nisaa’ ayat 59 :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا (٥٩)
59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
Dari surat An Nisaa’ tersebut dapat kita simpulkan jika terjadi silang pendapat maka seyogyanya kita kembalikan kepada Al Qur’an dan Sunnah Rosul,

Sejenak Abaikan berbagai pendapat diatas tekankan pada penjelasan di bawah ini :

Menurut kami sebenarnya jawaban dari pertanyaan Mas Milki Aan singkat saja yakni : innamal a’malu bin niat “segala amal perbuatan itu tergantung niat” sebagus amal perbuatan itu jikalau dilandasi dengan niat yang jelek Insya Allah berdosa. Kalo’ Aa’ Gym Bilang “Jagalah Hati Jangan Kau Nodai Jagalah Hati Cahaya Hidup ini” jikalau membaca Al Qur’an di Kuburan dengan niat baik semisal : mendo’akan / memohonkan ampunan alm. Bapak / Ibu, kepada Allah SWT Saya Acungkan 1000 Jempol kalau saya punya, buat Mas Aan, dan Insya Allah itu di ridhoi Allah SWT.
Akan Tetapi Jika Mas Aan membaca Al Qur’an di Dalam Masjid / Musholla / surau dengan maksud memikat hati seorang Gadis, semoga Allah memberikan hidayah kepada Mas Aan.
Kembali kami tekankan jawaban kami atas pertanyaan mas Aan “Innamal A’malu Bin Niat” itu saja ^_^
Jikalau terjadi perselisihan pendapat serahkan semua urusan hukum kepada Allah, Dosa / tidak itu adalah rahasia Allah yang tidak seorangpun tau ^_^ Asalkan dilandasi dengan niat yang baik Insya Allah di Ridhoi oleh Allah Swt.

wallahu a'lam bisshowab

Belajar dari Cicak



cicak-cicak di dinding diam diam merayap
datang seekor nyamuk hap ... lalu ditangkap

sepintas jika kita nyanyikan lagu diatas hanya sekedar ungkapan seorang anak kecil yang memperhatikan tingkah hewan yang kita sebut cicak. Cecak atau cicak adalah hewan reptil yang biasa merayap di dinding atau pohon. Cecak berwarna abu-abu, tetapi ada pula yang berwarna coklat kehitam-hitaman.
Menurut syariat Islam, cecak-cecak harus diberantas, karena binatang ini dianggap suka mengganggu manusia. Ada dua kisah tentang cicak, diantaranya adalah:
• Riwayat awalnya adalah dijelaskan bahwa disaat Nabi Ibrahim dilemparkan ke api oleh Namrudz, maka semua hewan berusaha memadamkan api yang mambakar Ibrahim itu kecuali cecak. Dikisahkan bahwa "Dahulu cicak itu meniup-niup (api agar semakin berkobar membakar) nabi Ibrahim."
• Pada waktu Nabi Muhammad dikejar oleh kaum musyrikin Arab dan ia bersembunyi di gua Hiro, tiba-tiba ada cecak memberitahu mereka dengan bunyinya bahwa ada orang di dalam gua.
Maka Muhammad memerintahkan untuk membunuh hewan ini dimanapun kita jumpai. Muhammad bersabda "Barangsiapa yg membunuh cecak dg satu pukulan maka baginya 100 pahala, dan bila dg dua pukulan maka terus berkurang dan berkurang" Ummu Syarik berkata: 'Nabi telah menyuruh membunuh cecak'. Muhammad memberinya julukan Fuwaisiqa yang berarti si kecil yang fasiq. Para ulama juga telah menegaskan bahwa, tokek adalah satu spesies dengan cicak, dengan demikian hukumnyapun sama.
Wallahu’alam
Di antara sekian kejelekan yang dimiliki oleh cicak adakah kita dapat mengambil hikmah dari cicak ……..???
Cicak hanya bisa menempel di dinding, namun selalu mendapatkan nyamuk atau serangga lain sebagai makanannya. Padahal cicak tidak bisa terbang dan nyamuk atau serangga lainnya dapat terbang. Kok bisa ya Cicak yang hanya menunggu mendapatkan mangsa serangga yang bisa terbang bebas.

Firman Allah SWT :
لَهُ مَقَالِيدُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ (١٢)
“kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan(nya). Sesungguhnya Dia Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS Asy Syuura : 12)

Dan masih banyak lagi ayat yang menjelaskan bahwa rizki memang telah di atur oleh Allah SWT

قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا ….
“………..Sesungguhnya Allah Telah Mengadakan Ketentuan Bagi Tiap-Tiap Sesuatu.”

Jika kita ingin berfikir lebih dalam lagi, kita akan mengetahui bahwa baik cicak maupun nyamuk memiliki mekanisme "self difence" berupa insting. Baik nyamuk maupun cicak ingin mempertahankan hidupnya. Nyamuk tidak mungkin menyerahkan diri kepada cicak untuk dimakan. Begitu juga cicak yang tidak mungkin membiarkan makanan lezat seperti nyamun untuk ditinggalkan begitu saja. Namun mengapa cicak selalu mendapatkan nyamuk sebagai mangsanya?
Dari contoh nyata tersebut, kita dapat mengambil pelajaran bahwa kita diciptakan di dunia ini pasti sudah terjamin rejekinya oleh Allah. Ada satu hal yang akan mebuat kita bisa menikmati rejeki Allah, berapapun besarnya. Cicak dapat bersabar menunggu nyamuk mendekat dan menangkapnya. Jika kita bisa mencontoh cicak yang senantiasa bersabar mencari rizki, Insya Allah kita akan dapat menikmati rizki pemberian Allah. Cicak bergerak lincah ketika mendapatkan peluang untuk menangkap nyamuk. Cicak bisa menunjukkan ketenangannya. tidak tergesa-gesa dalam mencari mangsa. Begitu juga selayaknya kita dalam mencari rizki. Jika kita dapat mencari rizki dengan tenang, kita dapat menikmati setiap rizki yang kita dapatkan.

Wallahu’alam

Menjual Ilmu

 
Assalamu ''alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Request / Permintaan dari Azpp dari tanah Pasundan : 

Sebagian Dari kita berpendapat, kalau berjualan ilmu Agama hukumnya Haram,(tidak boleh)  akan tetapi kalau berjualan ilmu dunia hukumnya mubah (boleh). Jika kita berpendapat seperti itu maka ketahuilah bahwa semua ilmu itu berasal dari Allah SWT :
 
إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ الْكِتَابِ وَيَشْتَرُونَ بِهِ ثَمَنًا قَلِيلا أُولَئِكَ مَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ إِلا النَّارَ وَلا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (١٧٤)

“ Sesungguhnya orang-orang yang Menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, Yaitu Al kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api[*], dan Allah tidak akan berbicara[**] kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang Amat pedih “

[*] Maksudnya ialah makanan yang dimakannya yang berasal dari hasil menyembunyikan ayat-ayat yang diturunkan Allah, menyebabkan mereka masuk api neraka.

[**]. Maksudnya: Allah tidak berbicara kepada mereka dengan kasih sayang, tetapi berbicara dengan kata-kata yang tidak menyenangkan. 

Menjual Ilmu 
Sebenarnya pertanyaan dari saudara ku dari tanah pasundan dengan yang dimaksud Menjual Ilmu. masih begitu luas jika diterjemahkan menurut pribadi kita masing masing. 

Ilmu merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab, masdar dari ‘alima – ya’lamu yang berarti tahu atau mengetahui. Dalam bahasa Inggris Ilmu biasanya dipadankan dengan kata science, sedang pengetahuan dengan knowledge. 

Dalam Firman Allah SWT  berisi tentang larangan menyembunyikan  dan Menjual apa yang telah diturunkan oleh allah SWT. hal ini berkenaan dengan kebiasaan sebagian pendeta Bani Israil tidak mau mengajarkan kebenaran yang mereka ketahui kepada manusia, kecuali dengan meminta uang dari pekerjaannya tersebut. Dalam Ayat lain dijelaskan 
Firman Allah SWT : 

وَآمِنُوا بِمَا أَنْزَلْتُ مُصَدِّقًا لِمَا مَعَكُمْ وَلا تَكُونُوا أَوَّلَ كَافِرٍ بِهِ وَلا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلا وَإِيَّايَ فَاتَّقُونِ (٤١)

"dan berimanlah kamu kepada apa yang telah aku turunkan (Al Quran) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat), dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa." 

sebenarnya hal ini sudah banyak di kaji diberbagai media, majelis taklim, ataupun diwebsite yang bernuansa islami, Pada perkembangannnya dewasa ini terdapat 2 pendapat tentang pengertian dan hukum menjual ilmu. 
1. Pendapat pertama boleh 
kategori Menjual ilmu yang diperbolehkan dalam hal ini adalah menjual sarana yang digunakan untuk menuntut ilmu, misal : Menjual Cetakan Kitab Al Qur'an, kitab kitab islami, buku kisah kisah islami, atau sarana menuntut ilmu yang lain yang didalamnya terdapat ilmu pengetahuan. karena pada dasarnya yang mereka jual bukanlah ilmu yang terdapat di dalamnya akan tetapi kertas atau sarana lain yang digunakan.

2. Pendapat Kedua Boleh dengan syarat
Sudah menjadi kebiasaan atau adat di Indonesia khususnya setiap kegiatan islami selalu di isi dengan acara ceramah. dan untuk mendatangkan seorang Ustadz atau Juru dakwah :  

Sabda Rosulullah saw :
إن أحق ما أخذتم عليه أجرا كتاب الله
“ Sesungguhnya yang paling berhak untuk diambil upahnya adalah mengajar Al Qur’an. “ ( HR Bukhari)

Pada dasarnya dalam hukum Islam, seorang yang mengajarkan al-Quran dan ilmu-ilmu yang bermanfaat berhak mendapatkan upah atas jasanya itu. Bahkan mengajarkan Al-Quran secara syar`i bisa dijadikan sebagai mas kawin(mahar) dalam pernikahan. Jadi seorang guru atau ustadz yang telah berjuang di jalan Allah untuk mengajarkan ilmu-ilmu Islam, pada dasarnya memang berhak untuk mendapatkan upah atas keringatnya itu dengan syarat : 
  • Tidak memasang tarif tertentu. upah yang di terima adalah atas dasar ungkapan rasa terima kasih dari orang yang mengundangnya / orang yang mengharapkan ceramah.
  • Tidak Mengkomersialkan dirinya agar di undang ceramah orang lain. 
Di negara-negara Islam, profesi ustaz, pengajar, bahkan imam dan muazzin di masjid itu ditanggung gajinya oleh negara. Dan negara mendapatkan dana itu dari Baitul Mal termasuk dari uang zakat. Sehingga para khatib dan ustaz tidak langsung menerima upah dari murid atau orang yang mereka layani, sehingga tidak terkesan menjual ilmu dan doa. Termasuk mungkin di sebagian Daerah Di Indonesia Khususnya sudah ada yang menerapkan hal ini.

3. Tidak Boleh 
Kategori menjual ilmu yang tidak diperbolehkan disini adalah selain yang diatas. bagi saudaraku yang kebetulan berdagang / berjualan sesuatu yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan  dalam menawarkan barang dagangan / barang yang dijual untuk menghindari hal yang demikian (menjual ilmu) alangkah baiknya disertai dengan perkataan / penjelasan bahwa yang di jual bukanlah ilmu pengetahuan, melainkan barang / jasa / jerih payah yang dikeluarkan dalam rangka menjadikan ilmu pengetahuan tersebut dapat diambil manfaatnya. 
Contoh : Menjual Cetakan Kitab Al Qur'an, kitab kitab islami, buku kisah kisah islami, yang dalam hal ini menjual Kertas cetakan dan jerih payah dalam rangka mencetak kitab suci alquran atau kitab  islami. 
atau sarana menuntut ilmu yang lain yang didalamnya terdapat ilmu pengetahuan. (jika ada diantara saudaraku yang berjualan e-book maka yang dijual adalah jasa hasil jerih payah dalam rangka menyusun ebook tersebut).


Silahkan untuk direnungi atau dipikirkan serta ditanggapi sesuai dengan hati nurani masing masing, Menjual atau tidak menjual adalah tergantung dari pribadi masing masing, jika kita ikhlas memberikan sebagian nominal Uang karena telah mendapatkan Ilmu yang bermanfaat maka itu adalah berkah.
Untuk Referensi lain silahkan di baca / dicari di sini : MENJUAL ILMU

Wallahu a''lam bishshawab,

Share Menurut Al Quran


Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh
Share atawi tilem (bahasa Jawa) yang dalam bahasa indonesia nya adalah Tidur atau sleep dalam bahasa inggrisnya di sebut beberapa kali di dalam al quran diantaranya adalah :
Firman Allah SWT

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِبَاسًا وَالنَّوْمَ سُبَاتًا وَجَعَلَ النَّهَارَ نُشُورًا (٤٧)

"Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha."

Bagi mereka yang beriman dan hidup berdasarkan ajaran Al Qur'an  tidur pun akan dijadikan sebuah ladang amal ibadah, Sejak bangun di pagi hari, seseorang beriman  akan memanfaatkan setiap apa yang akan ia kerjakan untuk tujuan beribadah kepada Allah SWT. pun demikian halnya disaat ia telah sampai kepada waktu tidur / istirahat. 
  • Dimulai dengan menjaga kesucian (berwudlu) 
  • Berdo'a dan atau mohon perlindungan kepada Allah 
  • membaca surat surat pendek (al ikhlas, an falaq, an naas, ayat kursi atau yang lain) 
  • dll
Dengan demikian hidup kita akan semakin terasa nikmat, memulai hidup dengan ibadah dan mengakhirinya dengan ibadah. 
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan Rahmat Nya kepada kita semua. Amiin.. 

Ingkang Bade Tilem atawi sare.. Monggoo... 
Selamat Tidur 
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 

Larangan Menyiksa Binatang


Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda,

"Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi." (HR. al-Bukhari)

Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda,
"Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api." (HR. Abu Dawud, hadits shahih)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas r.a, ia berkata, Rasulullah saw. pernah melintas pada seseorang yang sedang meletakkan kakinya di atas badan hewan yang mau disembelih sementara ia sedang mengasah pisaunya dan hewan itu sendiri melihat apa yang dilakukan laki-laki itu. Lalu beliau bersabda, 
"Mengapa engkau tidak asah pisaumu sebelumnya. Apakah kamu hendak mematikannya dua kali?" (Shahih, HR al-Baihaqi).

Dalam riwayat lain tercantum, "Apakah kamu akan mematikannya dua kali mengapa engkau tidak mengasah pisaumu terlebih dahulu sebelum kamu membaringkannya?" (Shahih, HR al-Hakim).
Kandungan Bab:
1. Larangan menganiaya hewan yang disembelih, misalnya dengan mengasah pisau sementara hewan yang akan disembelih melihatnya. Atau menyembelihnya sementara hewan yang disembelih tersebut melihat kepada hewan-hewan lainnya.
2. Barangsiapa menyembelih hendaklah ia menyembelih dengan baik, hendaklah ia menajamkan pisau sebelum merebahkan sembelihannya dan membuat nyaman hewan sembelihannya.

Firman Allah Surah Al Hijr 20 -23
وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ وَمَنْ لَسْتُمْ لَهُ بِرَازِقِينَ (٢٠)

“ dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezki kepadanya.

وَإِنَّا لَنَحْنُ نُحْيِي وَنُمِيتُ وَنَحْنُ الْوَارِثُونَ (٢٣)

“dan Sesungguhnya benar-benar Kami-lah yang menghidupkan dan mematikan dan Kami (pulalah) yang mewarisi”


Dalam Firman Allah SWT di atas dijelaskan Allah telah menjadikan untuk manusia keperluan dan makhluk² di bumi dan Allah lah yang memberi rizky kepada makhluk itu di teruskan dalam Surah Al Hijr ayat 23 Allah lah yang menghidupkan dan mematikan.

Firman Allah SWT.
وَعَنَتِ الْوُجُوهُ لِلْحَيِّ الْقَيُّومِ وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْمًا (١١١)

“ dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Tuhan yang hidup kekal lagi Senantiasa mengurus (makhluk-Nya). dan Sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kezaliman”


dalam ayat diatas Allah SWT senantiasa mengurus makhluknya dan merugilah orang yang melakukan kedzaliman.

Allah SWT senantiasa mengurus dan memberi rizky pada setiap makhluk Nya. Allah SWT pulalah yang berhak menghidupkan dan mematikan Makhluk Nya.
Hanya orang dzalim yang senantiasa mendahului kehendak Allah dan merekalah orang orang yang merugi. 

Wallahu'alam

Belajar Membaca Alquran (Tidak Ada Metode Instant Cepat Bisa Membaca Al quran)


Rasulullah Muhammad Saw adalah nabi terakhir yang ditunjuk oleh Allah Swt untuk menegakkan agama Islam di muka bumi ini sebagai petunjuk bagi umat manusia sampai hari akhir. Nabi Muhammad Saw adalah pemimpin, pemberi petunjuk dan panutan bagi kaum Muslimin. Tindakan-tindakannya, secara pribadi maupun di depan publik, selalu mendapat bimbingan dari Allah Swt sehingga ia menjadi lambang bagi orang yang berbudi luhur, berperilaku dan berkarakter mulia.

/*belajar membaca alquran,belajar membaca alquran,membaca alquran,alquran*//


Ingin cepat, adalah tabiat manusia yang tanpa pengawalan ketat akan menjatuhkan manusia kepada nafsu. Ingin cepat naik pangkat, ingin cepat kaya, bahkan ingin cepat bisa membaca Al qur-an. hal ini yang mendasari kemudian menjadi target market penjualan metode belajar membaca Al qur-an dengan muncul berbagai ebook, cd dll,  yang menawarkan kemudahan dan  impian  indah akan sesuatu hal yang kurang bisa diterima oleh akal sehat. yakni ingin cepat bisa membaca Al qur-an.

Banyak sekali metode yang menjanjikan penggunanya dapat membaca Al qur-an dengan cepat baik berupa buku maupun CD.Baik pengguna maupun penyusun metode yang berorientasi pada "Cepat Bisa" telah menyalahi banyak hal dalam kaidah-kaidah keilmuan.
Tidak ada metodologi yang instan dan serba cepat agar kita bisa menjaga dan menerapkan  Kitabullah  wdan Sunah Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, di masa kini dan seterusnya. Tapi butuh strategi yang luas dalam jangka panjang yang akan membuahkah hasil.  
Membekali Diri dengan Pengetahuan tentang Islam, belajar membaca Al-Quran, belajar bahasa Arab, sering mendengarkan ceramah-ceramah agama oleh ulama, bisa menambah pengetahuan kita tentang apa dan bagaimana membaca alquran.


Mempelajari Sirah, tentang kehidupan Rasulullah Saw dan Hadist. Ini bisa dilakukan dengan banyak membaca atau mendengarkan ceramah keagamaan tentang kehidupan Rasulullah Saw. sering mengikuti majelis taklim, pengajian-pengajian.

Melaksanakan Kewajiban-Kewajiban Agama Tak peduli betatapun beratnya, laksanakan kewajiban-kewajiban utama seorang Muslim, seperti salat lima waktu dan puasa di bulan Ramadan.Cari Teman yang Seiman Bergaulah dengan sesama Muslim yang taat menjalankan ajaran Islam, termasuk mengenali keluarga mereka. Melibatkan diri dalam berbagai kegiatan berbasis sosial kemasyarakatan.
    Tantangan yang sebenarnya, bukanlah pada apakah kita bisa belajar membaca al quran....? akan tetapi  tantangan terberat adalah apakah umat Islam bisa mempraktekkan ajaran Islam dan Sunah Rasulullah Saw dengan benar dan Istiqomah. 

    Imam Syafi'i dalam kitabnya Taklimul muta'alim menjelaskan syarat syarat untuk mencari ilmu ada 6 perkara :

    ذكاء وحرص واصطباروبلغة وارشاد استاذ وطول زمان

    cerdas, semangat, sabar, biaya, petunjuk guru dan waktu yang lama


    syarat yang pertama : Cerdas, artinya kemampuan untuk menyerap ilmu, bukan berarti IQ harus tinggi, asal akalnya mampu menangkap ilmu (tidak gila atau ideot / kurang aqal) maka berarti sudah memenuhi syarat pertama.
    syarat yang kedua : Semangat, dalam arti bersungguh-sungguh dan tekun, mencari ilmu tanpa semangat dan ketekunan tidak akan menghasilkan apa-apa, apalagi ilmu agama.

    Syarat yang ketiga :  Sabar, tabah menghadapi cobaan dan ujian dalam mencari ilmu, orang yang mencari ilmu adalah orang yang mencari jalan lurus menuju penciptanya, oleh karena itu syetan sangat membenci mereka, apa yang di kehendaki syetan adalah agar tidak ada orang yang mencari ilmu, sehingga  mudah untuk digoda dan di sesatkan.

    Syarat yang keempat : Biaya, artinya orang yang mencari ilmu perlu biaya, biaya disini disini dalam arti biaya untuk memenuhi kebutuhan kita makan minum sandang dan papan secukupnya, serta keperluan untuk mencari ilmu buku pedoman atau kitab, dll.

    Syarat yang ke lima : Petunjuk guru, artinya orang yang mencari ilmu harus digurukan tidak boleh dengan belajar sendiri apalagi ilmu agama. mencari ilmu tanpa seorang guru seringkali menyebabkan kita tersesat.

    Syarat yang ke enam : Waktu yang lama,

    Karena Tidak Menjaga Aurat Adam dan Hawa di usir

    يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْلأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْجَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُغَفُورًا رَحِيمًا (٥٩)

    "Hai Nabi, Katakanlah kepadaisteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin:"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[**] ke seluruh tubuh mereka".yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu merekatidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
    [**] Jilbab ialah sejenisbaju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada
    .
    وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَفُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَبِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلالِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْأَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِيإِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْأَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الإرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِالَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلا يَضْرِبْنَبِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَىاللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (٣١)

    " Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, danjanganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlahMenampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atauayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka,atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelakimereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam,atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidakmempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengertitentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahuiperhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah,Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung."

    يَا أَيُّهَاالنَّبِيُّ قُلْلأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَعَلَيْهِنَّ مِنْجَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلايُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُغَفُورًا رَحِيمًا (٥٩)

    "Hai Nabi, Katakanlah kepadaisteri-isterimu, anak-anak perempuanmu danisteri-isteri orang mukmin:"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[**] keseluruh tubuh mereka".yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untukdikenal, karena itu merekatidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagiMaha Penyayang."

    [**] Jilbab ialah sejenisbaju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala,muka dan dada. (al ahzab:59)

    وَقُلْلِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَفُرُوجَهُنَّوَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَبِخُمُرِهِنَّعَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلالِبُعُولَتِهِنَّ أَوْآبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْأَبْنَائِهِنَّ أَوْأَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِيإِخْوَانِهِنَّأَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَامَلَكَتْأَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الإرْبَةِ مِنَالرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِالَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِالنِّسَاءِ وَلا يَضْرِبْنَبِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَمِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَىاللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَاالْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (٣١)

    " Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahanpandangannya, dan kemaluannya, danjanganlah mereka Menampakkan perhiasannya,kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. dan hendaklah mereka menutupkan kainkudung kedadanya, dan janganlahMenampakkan perhiasannya kecuali kepada suamimereka, atau ayah mereka, atauayah suami mereka, atau putera-putera mereka,atau putera-putera suami mereka,atau saudara-saudara laki-laki mereka, atauputera-putera saudara lelakimereka, atau putera-putera saudara perempuanmereka, atau wanita-wanita Islam,atau budak- budak yang mereka miliki, ataupelayan-pelayan laki-laki yang tidakmempunyai keinginan (terhadap wanita) atauanak-anak yang belum mengertitentang aurat wanita. dan janganlah merekamemukulkan kakinyua agar diketahuiperhiasan yang mereka sembunyikan. danbertaubatlah kamu sekalian kepada Allah,Hai orang-orang yang beriman supayakamu beruntung." (QS An Nuur:31)

    Firman Allah SWT dalam Surah Al Ahzab :59 dan Surah An Nuur:31 diatasPerintah Allah diatas adalah jelas dan tegas yang wajib hukumnya bagi kaum wanita.
    lo...mas / mbak admin (TS) wajib dari mana ...???

    Hukum wajib memakai jilbab ada dijelaskan dalam permulaan surah An Nuur :Firman Allah SWT :

    سُورَةٌ أَنْزَلْنَاهَا وَفَرَضْنَاهَا وَأَنْزَلْنَافِيهَا آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ (١)

    " (ini adalah) satu surat yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam) nya, dan Kami turunkan didalamnya ayat ayat yang jelas, agar kamu selalu mengingatinya."

    pada awal permulaan surah An Nuur telah dijelaskan bahwa hukum hukum yangada di dalam surah An Nuur adalah wajib hukumnya untuk di jalankan. salah satunya yang terkandung dalam surah An Nuur adalah Perintah memakai Jilbab. Dari bunyi ayat diatas jelaslah wanita yang tidak memakai kerudung telah melakukan dosa yang besar karena ingkar kepada hukum syariat Islam yang diwajibkan oleh Allah.

    Seorang wanita yang mengaku dirinya seorang muslimah, yaitu tunduk dan patuh kepada seluruh perintah Allah, harus berpakaian muslimah didalam hidupnya,yaitu terdiri dari jilbab dan pakaian yang menutup seluruh Auratnya.

    Sadar ataupun tidak setiap kali kita melakukan shalat 5 waktu kita senantiasa bersumpah kepada Allah SWT, "La syarikallahuwabidzalika ummirtuwa anna minal muslimin. " Yang artinya "Tiada syarikat bagi Engkau danaku mengaku seorang muslim" kalimat sumpah dan janji kepada Allah Untuk mentaati Perintahnya dan Menjauhi larangannya senantiasa kita ucapkan di dalam shalat. seseorang yang berjanji palsu dihadapan Allah, tentu berat hukumannya didalam neraka.

    Firman Allah SWT :
    Katakanlah: Apakah (mau) Kami beritahu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang sia-sia saja perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat usaha yang sebaik-baiknya. Mereka itulah orang-orang yang mengingkari (kufur) terhadap ayat-ayat Allah dan menemui-Nya, maka hapuslah amal pekerjaan mereka, dan Kami mengadakan suatu pertimbangan terhadap (amalan) mereka di hari kiamat. Demikianlah, balasan mereka ialah jahanam, disebabkan mereka kufur/ingkar dan karena mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan Rasul-rasul- Ku sebagai   olok-olok.(QS Al-Kahfi (18) ayat 103-106)

    Kaum wanita menyangka bahwa tidak memakai jilbab adalah dosa kecil yang tertutup dengan pahala yang banyak dari shalat, puasa, zakat dan haji yang mereka lakukan. Ini adalah cara berpikir yang salah harus diluruskan. Kaum wanita yang tak memakai jilbab, tidak saja telah berdosa besar kepada Allah, tetapi telah hapus seluruh pahala amal ibadahnya.

    Pertanyaan : Ah Masak sih cuman satu ayat aja jadi kufur ......??

    Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila allah dan rasul-nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai allah dan rasul-nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata (al ahzab :36)

    Jawaban : JIKA ADA YANG MAU TAWAR MENAWAR TENTANG HUKUM ALLAH SILAHKAN TAWAR SENDIRI. Allah SWTmenciptakan kita untuk bertaqwa, mengerjakan perintahnya dan menjauhilarangannya. Jika ada 1 perintah allah SWT yang mau di tawar silahkan ajukan penawaran sendiri.

    Firman Allah SWT :
    Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpaalasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat(Ku), mereka tidak beriman kepadanya. DAN JIKA MEREKA MELIHAT JALAN YANG MEMBAWA PETUNJUK MEREKA TIDAK MAU MENEMPUHNYA, TETAPI JIKA MEREKA MELIHAT JALAN KESESATAN MEREKA TERUS MENEMPUHNYA. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakanayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya. Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mendustakan akan menemui akhirat, sia-sialah perbuatan mereka. Mereka tidak diberi balasan selain dari apayang telah mereka kerjakan. (Al A'raaf:146-147)

    MAHA BENAR ALLAH ATAS SEGALA FIRMAN NYA

    Ingatlah wahai Saudariku semua (Jilbab/kerudung) adalah perintah dariAllahSWT, untuk menutup Aurat. Lupakah Kita Bagaimana Adam Dan Hawa Di Usir Dari Syurga Karena membuka Aurat mereka....??!?!?!?


    Design by The Blogger Templates

    Design by The Blogger Templates