Showing posts with label Antara kebaikan dan keburukan. Show all posts
Showing posts with label Antara kebaikan dan keburukan. Show all posts

Hukum Dalam Agama Islam


Al-Qur'an sebagai kitab suci umat Islam adalah sumber hukum tertinggi, secara jelas tertulis disana tentang berbagai hukum meskipun secara tidak terperinci alias terbagi - bagi dalam berbagai surat - surat dalam alquran. terdapat 5 macam / kriteria hukum dalam agama islam yaitu , halal, haram, wajib, sunnah, makruh dan mubah. pada dasarnya Islam sangat memperhatikan kebaikan dan keselamatan pemeluknya dengan tidak serta merta menjatuhkan dan atau memvonis seseorang yang telah melakukan kejahatan. 


Sifat universalnya yang meliputi segala bidang, dan sangat luas menjadikan makna yang terkandung didalam alquran sangat sulit dicerna oleh setiap orang Bahkan Allah Subhanahu wata'ala menegaskan hal tersebut dalam Al Quran. hanya sebagian kecil orang saja yang dapat memahami isi dan kandungan ayat - ayat suci al quran. yakni mereka yang suci / disucikan, merekalah yang memperoleh rahmat. Al Ayat. 


Sungguh menyedihkan sekali dewasa ini dimana hukum islam sudah tidak lagi dipakai , al quran sudah tinggal tulisan dan namanya, ulama' sudah tidak perduli lagi , umatpun berserakan kesana kemari , putus asa dan pasrah akan kondisi sehingga mereka yang sebenarnya ingin berjuang dan prihatin hanya bisa membaca istighfar untuk memohon ampunan. 


Islam terasa asing dan aneh mereka yang ingin kembali memakai hukum islam malah dilecehkan, dianggap lebay , terorist , dan diasingkan. umat bingung harus kemana sedangkan mereka para petingginya tidak lagi menghiraukan kondisi negara dan umat. 


Andai Rosulullah dan para sahabat masih ada mungkin mereka akan mati dipenggal semua melihat kondisi umat saat ini, tidak hanya pejabat tapi ulama' yang adapun mungkin ikut dipenggal. 


wallahu a'lam

Hukuman

Hukuman adalah sanksi fisik maupun psikis untuk kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan. hal tersebut adalah sebuah cara untuk mengarahkan sebuah tingkah laku agar sesuai dengan aturan yang berlaku secara umum. Hukuman diberikan ketika sebuah tingkah laku yang tidak diharapkan dilakukan oleh seseorang ketika yang bersangkutan tidak memberikan respon atau tidak menampilkan sebuah tingkah laku yang diharapkan. lebih jauh hukuman mengajarkan tentang apa yang tidak boleh dilakukan, yang terdapat dalam sebuah komunitas atau kelompok agar satu sama lain merasa aman dan tentram.

Fungsi Hukuman

Fungsi penting dari hukuman yang berperan besar bagi pembentukan  tingkah laku yang diharapkan :
*  Membatasi perilaku. Hukuman menghalangi terjadinya pengulangan tingkah laku yang tidak diharapkan.
*  Bersifat mendidik.
*  Memperkuat motivasi untuk menghindarkan diri dari tingkah laku yang tidak diharapkan.

Hetiga point penting dari fungsi hukuman diatas adalah fungsi yang didasarkan pada segi sebab sedangkan jika ditinjau dari sudut pandang akibat hukuman berperan besar dalam menjaga kedamaian , ketenangan , ketentraman dan keselamatan suatu komunitas , kaum , umat , dan atau sebuah negara.

Hal ini secara tersurat dijelaskan dalam Firman Allah Subhanahu wata'ala :

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (٩٦)
"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan ayat-ayat Kami itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Al A'raaf : 96"

Hukum dan Hukuman yang telah diatur baik hukum Allah subhanahu wata'ala dalam Alquran maupun hukum buatan manusia secara fisik memang terlihat membatasi kebebasan , membatasi gerak dan tingkah laku kita dalam berbuat sesuatu. Namun jika kita (manusia) mau sadar diri dan memahami serta mengamalkan maka sudah pasti kebaikan , keselamatan , ketentraman , ketenangan , kedamaian, dll yang dijanjikan NYA akan terjadi. Namun , jika kita (manusia) lebih memilih untuk memuaskan hawa nafsu , keinginan, mengabaikan perintah dan menjalankan larangan maka sudah pasti Azab yang dijanjikan NYA lah yang ditimpakan.

Perkembangan Terkini
Hukum Islam dan aturan aturan yang terdapat didalam Kitabullah selalu menjadi debat yang kontroversial. Pro dan kontra penerapan hukum selalu bertarung di tingkatan masyarakat, maupun para pengambil kebijakan. Kontroversi hukuman juga eksis baik itu di panggung internasional maupun nasional.

Sebagian orang merasa hal itu perlu karena melihat betapa Janji - Janji Nya sudah dirasakan dan atau dialami oleh mereka yang notabene merasa prihatin, namun sebagian lagi merasa hukum islam hanya akan membatasi nafsu dan keinginan mereka, bahkan tidak sedikit mereka yang beragama islam menganggap bahwa hukum islam telah ketinggalan zaman sehingga mereka menciptakan hukum baru dengan mengutip sebagian ayat ayat Al Quran dan menjadikannya sebagai landasan atau dasar yang dibenarkan.

Perkembangan peradaban bangsa-bangsa di dunia saat ini, adalah kehidupan yang kalau boleh dibilang melampaui kehidupan Jahiliyyah dimasa Rosulullah, Semakin lama kehidupan ini bukanlah menuju kepada kehidupan yang lebih baik akan tetapi kehidupan menuju kepada suatu akhir masa , sebagaimana kehidupan manusia menuju kepada Kematian.

Itulah yang pasti terjadi ketika manusia sudah tidak lagi menghiraukan Hukum Allah (Ayat - Ayat Allah Subhanahu wata'ala.)

Wallahu A'lam

Homoseksualitas Lesbian dan Gay

Homoseksual

Lesbian adalah istilah bagi perempuan yang mengarahkan orientasi seksualnya kepada sesama perempuan atau disebut juga perempuan yang mencintai perempuan baik secara fisik, seksual, emosional atau secara spiritual,
Gay adalah istilah untuk laki-laki yang mengarahkan orientasi seksualnya kepada sesama laki-laki atau disebut juga laki-laki yang mencintai laki-laki baik secara fisik, seksual, emosional ataupun secara spiritual

Sikap Islam dalam masalah homoseksual dan lesbian sudah jelas. Mengharamkan. Tentang hal ini ada hadist yang diriwayatkan oleh imam Ahmad, Muslim, Abu Dawud dan Tarmidzi bahwa Rosulullah Saw bersabda :

"Lelaki tidak boleh melihat Aurat lelaki, Perempuan tidak boleh melihat aurat perempuan. lelaki tidak boleh berkumpul dengan lelaki dalam dalam satu kain. perempuan juga tidak boleh berkumpul dengan perempuan lain dalam satu kain"

Salah satu azab Allah swt paling dahsyat yang dikisahkan dalam Al-Quran tentang perilaku menyimpang yakni Homoseksual, yang terjadi pada negeri Sodom dimana umat nabi Luth yang dzalim dan melakuan perbuatan Keji maka di hancurkan dan ditenggelamkan lah kotanya hingga ke Dasar Lautan.

Perbuatan dzalim dan Keji yakni Homeseksual baik itu lesbian maupun Gay dikisahkan dalam beberapa surah dalam Alquran  diantaranya Surah Al 'Ankabuut ayat : 28 - 31 : (surah yang lain Adz Dzaariyat, Al Ankabuut, Al Hijr, Asy syu'araa, huud, al Qamar dan surah yang lain)

Firman Allah Swt :
وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ (٢٨)أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ وَتَقْطَعُونَ السَّبِيلَ وَتَأْتُونَ فِي نَادِيكُمُ الْمُنْكَرَ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلا أَنْ قَالُوا ائْتِنَا بِعَذَابِ اللَّهِ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ (٢٩)قَالَ رَبِّ انْصُرْنِي عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِينَ (٣٠)وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا إِبْرَاهِيمَ بِالْبُشْرَى قَالُوا إِنَّا مُهْلِكُو أَهْلِ هَذِهِ الْقَرْيَةِ إِنَّ أَهْلَهَا كَانُوا ظَالِمِينَ (٣١)قَالَ إِنَّ فِيهَا لُوطًا قَالُوا نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَنْ فِيهَا لَنُنَجِّيَنَّهُ وَأَهْلَهُ إِلا امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ (٣٢)وَلَمَّا أَنْ جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالُوا لا تَخَفْ وَلا تَحْزَنْ إِنَّا مُنَجُّوكَ وَأَهْلَكَ إِلا امْرَأَتَكَ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ (٣٣)إِنَّا مُنْزِلُونَ عَلَى أَهْلِ هَذِهِ الْقَرْيَةِ رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ (٣٤)وَلَقَدْ تَرَكْنَا مِنْهَا آيَةً بَيِّنَةً لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ (٣٥

28. dan (ingatlah) ketika Luth berkata pepada kaumnya: "Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang Amat keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun dari umat-umat sebelum kamu".

29. Apakah Sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu? Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan: "Datangkanlah kepada Kami azab Allah, jika kamu Termasuk orang-orang yang benar".

30. Luth berdoa: "Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu".

31. dan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka mengatakan: "Sesungguhnya Kami akan menghancurkan penduduk negeri (Sodom) ini; Sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zalim".

32. berkata Ibrahim: "Sesungguhnya di kota itu ada Luth". Para Malaikat berkata: "Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami sungguh-sungguh akan menyelamatkan Dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya. Dia adalah Termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).

33. dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, Dia merasa susah karena (kedatangan) mereka, dan (merasa) tidak punya kekuatan untuk melindungi mereka dan mereka berkata: "Janganlah kamu takut dan jangan (pula) susah. Sesungguhnya Kami akan menyelamatkan kamu dan pengikut-pengikutmu, kecuali isterimu, Dia adalah Termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan)".

34. Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab dari langit atas penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik.

35. dan Sesungguhnya Kami tinggalkan daripadanya satu tanda yang nyata bagi orang-orang yang berakal.

Orang Orang Yang Membuat Kerusakan ( HIRABAH )

Pengertian Hirabah 

Hirabah adalah keluarnya Gerombolan bersenjata di daerah islam untuk mengadakan KEKACAUAN, PERTUMPAHAN DARAH, perampasan harta, merusak kehormatan, merusak tanaman, peternakan, CITRA AGAMA, AKHLAK, ketertiban, dan UNDANG UNDANG. baik dari ORANG ISLAM ITU SENDIRI maupun kafir dzimmi atau kafir harbi.

Hirabah dilakukan oleh gerombolan dan terkadang oleh individu, contoh dari hirabah dimana seseorang dan atau GEROMBOLAN (GENGSTER, MAFIA, TRIAD, YAKUZA) yang punya kekuatan luar biasa untuk mengadakan pertumpahan darah, perampasan harta dan kehormatan, bahkan terkadang nyawa ia juga dinamakan HIRABAH

Termasuk dalam pengertian HIRABAH adalah gerombolan pembunuh, sindikat penculikan anak anak, sindikat penjahat untuk merampok rumah, Bank, pertokoan, swalayan, sindikat penjualan perempuan, sindikat penculikan pejabat, mahasiswa, LSM, untuk dibunuh agar terjadi fitnah dan kegoncangan stabilitas keamanan, sindikat perusak tanaman dan peternakan dan gerombolan pengacau lainnya. 

Hukum Hirabah Adalah Dosa Besar
sebagaimana dijelaskan dalam alquran orang orang yang melakukan HIRABAH adalah orang yang menyerang Allah, Rosulullah. Dan orang yang berusaha membuat kerusakan dimuka bumi bagi mereka Allah Swt memberi hukuman berat kepada pelakunya, yang mana hukuman itu tidak diberikan atas tindak kejahatan yang lain : 
Firman Allah Swt : 

إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الأرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الأرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ (٣٣

"Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar,"
(QS Al Maidah : 33) 

Hukum - hukum hirabah menurut yang ditentukan oleh ayat Al Quran diatas adalah salah satu dari empat macam hukuman yaitu  : 
1. Di Bunuh 
2. Di Salib
3. Di Potang Tangan dan Kakinya secara silang (jika tangan kiri dipotong maka kaki kanan yang dipotong, begitu juga sebaliknya) 
4. Dibuang dari Negeri Tempat Kediamannya. 

Note : Bila para pelaku HIRABAH baik gerombolan maupun individu yang mengadakan kerusakan , kekacauan , stabilitas keamanan , dll Bertaubat sebelum mereka tertangkap, maka mereka dapat diampuni atas apa yang telah terjadi dan tidak dijatuhi hukuman Hirabah. 

Rosulullah SAW juga melaknati bahwa pelaku HIRABAH tidak pantas mengaku sebagai seorang muslim, Rosulullah saw bersabda : 

"Barang siapa membawa senjata untuk mengacau kita, maka bukanlah ia termasuk ummatku" (H.R Bukhari dan Muslim)

Bila di dunia saja mereka (para pelaku hirabah) tidak mempunyai kemuliaan maka setelah meninggal pun ia tetap tidak punya kemuliaan. karena manusia membawa apa yang ia perbuat pada waktu masih hidup di dunia.

"Barang siapa keluar dari loyalitas agama dan berpisah dari jama'ahnya, kemudian ia mati, maka mayatnya adalah mayat Jahiliyyah" (hadist ini dikeluarkan oleh Imam Muslim)

Memerangi Allah dan Rosulnya adalah berarti memerangi orang orang islam dengan mengadakan kegoncangan stabilitas keamanan, kekacauan, teror, kerusakan, memerangi dan mendurhakai islam dengan keluar dari ajaran ajarannya. mereka yang berbuat demikian sejatinya telah di ada sejak dahulu, dan di dalam Alquran dijelaskan bagaimana keadaan mereka : 

Firman Allah Swt dalam surah Al Baqarah ayat  8 - 14 : 
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الآخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ (٨

8. di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian[#]," pada hal mereka itu Sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.

[#] Hari kemudian Ialah: mulai dari waktu mahluk dikumpulkan di padang mahsyar sampai waktu yang tak ada batasnya.

يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ (٩

9. mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, Padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.

فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ (١٠

10. dalam hati mereka ada penyakit[#], lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.

[#] Yakni keyakinan mereka terdahap kebenaran Nabi Muhammad s.a.w. lemah. Kelemahan keyakinan itu, menimbulkan kedengkian, iri-hati dan dendam terhadap Nabi s.a.w., agama dan orang-orang Islam.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لا تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ (١١

11. dan bila dikatakan kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi[#]". mereka menjawab: "Sesungguhnya Kami orang-orang yang Mengadakan perbaikan."

[#] Kerusakan yang mereka perbuat di muka bumi bukan berarti pada kerusakan benda, melainkan menghasut orang-orang kafir untuk memusuhi dan menentang orang-orang Islam.

أَلا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَكِنْ لا يَشْعُرُونَ (١٢

12. Ingatlah, Sesungguhnya mereka Itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُوا كَمَا آمَنَ النَّاسُ قَالُوا أَنُؤْمِنُ كَمَا آمَنَ السُّفَهَاءُ أَلا إِنَّهُمْ هُمُ السُّفَهَاءُ وَلَكِنْ لا يَعْلَمُونَ (١٣

13. apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman." mereka menjawab: "Akan berimankah Kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?" Ingatlah, Sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu.

وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَى شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ (١٤

14. dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman". dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka[#], mereka mengatakan: "Sesungguhnya Kami sependirian dengan kamu, Kami hanyalah berolok-olok."

[#] Maksudnya: pemimpin-pemimpin mereka.

Hakim Dan Masyarakat Wajib mengatasi Hirabah

Mewujudkan ketertiban dan keamanan melindungi hak-hak, darah, dan harta masyarakat adalah menjadi tanggung jawab bersama diantara masyarakat itu sendiri. jadi jika terdapat gerombolan , sindikat , gengster , triad , mafia , yakuza  yang dapat mengacaukan keamanan maka masyarakat dan hakim wajib bertindak menyergap sindikat itu. Masyarakat punya kewajiban membantu dan bekerja sama dengan hakim dalam menyergap sindikat HIRABAH sehingga sindikat tersebut dapat dibekuk dan situasi menjadi tentram.

Bagaimana dengan aksi Terorisme dan Kekacauan Khususnya Di Indonesia ...? 

Islam Adalah Agama yang Rahmatan Lil'alamin bahkan terhadap Orang orang selain islam pun kita diwajibkan untuk Melindungi mereka serta dilarang untuk menghina mereka terlebih lagi terhadap Saudara Sesama muslim, kita dianjurkan untuk menyembunyikan kejahatan jika mereka sudah bertaubat dan tidak akan mengulangi kejahatan nya.

Peperangan , Kekerasan tidak akan menyelesaikan suatu permasalahan karena justru akan semakin memperunjing persengkengketaan yang ada, bersikap lemah lembut lebih mengedepankan musyawarah adalah jalan yang utama sebagaimana dijelaskan dalam Surah Ali Imran : 159 :

Firman Allah Swt :
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ (١٥٩

“ Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu[#]. kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

[#] urusan peperangan dan hal-hal duniawiyah lainnya, seperti urusan politik, ekonomi, kemasyarakatan dan lain-lainnya.

Adapun Jihad dengan Jiwa dan Atau Nyawa dalam artian Perang adalah wajib jika Situasi dan kondisi memang menyatakan perang, dan Islam bersifat Depensif (Dalam artian hanya menyerang jika diserang) dan bukan Offensif (Memulai perang terlebih dahulu).

Bagi mereka yang menyatakan perang , mengangkat senjata , berbuat huru hara , di dalam negeri yang Aman , Damai dan tentram seperti Indonesia tidak lain adalah Gerombolan HIRABAH.

Wallahu'alam.

Bersambung Ke Catatan Selanjutnya Hirabah bukan Jihad

Bergaul Dan Memilih Teman Agar Tidak Terpengaruh Hal Negatif

Siska Megalia Yunandi  

Assalamualaikum...

aku ingn brtanya,, bgaimana spaya qta tidak mudah trpengaruh oleh hal2 negatif d sektar qta?
Apalagi pergaulan remaja, kdg2 anak yg gak suka badung, gak suka nakal , dan menjauh dari perjinahan, suka dkatain munafik. 

TerimakasiH kakak,

Wa'alaikum salam warahmatullah


Modernisme adalah suatu konsep yang berhubungan dengan hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya di suatu massa. Walaupun demikian, 'modernisme' pada umumnya dilihat sebagai reaksi individu dan kelompok terhadap dunia 'modern', (dalam arti segala bentuk aktivitas yang sedang menjadi trend pada saat ini dan atau yang akan datang.

Mereka yang mengklaim dirinya kaum modernis sejatinya menganggap bahwa teknologi akan menjadi sumber kebahagiaan manusia dan menjanjikan dunia yang lebih baik, hal itu tidak berlangsung setidaknya beberapa waktu sampai ditemukannya sesuatu yang baru dan lebih baik lagi (menurut mereka).

Disadari atau tidak Refleksi tentang kehidupan yang telah menjangkiti diri dan atau melanda masyarakat Indonesia (khususnya generasi muda) saat ini, Dari Kacamata Islam ( Al Quran Dan Sunnah ) bukanlah makna sesungguhnya dari  Modernisme itu sendiri melainkan Faham Jahiliyyah. Hal ini dapat kita lihat dari cerminan sikap dan perkataan maupun perbuatan yang dilakukan oleh beberapa orang / kelompok yang mengatasnamakan Modernisme sejatinya kembali kepada sifat sifat dan sikap yang dilakukan pada zaman Jahiliyyah.

Penyandaran sesuatu kepada kebodohan, tidak berdasarkan pada ilmu pengetahuan dan sumber dari segala sumber pengetahuan (Al Quran), Meyakini sesuatu dengan tidak benar dan atau mengerjakan sesuatu dengan menyalahi aturan yang telah ditetapkan.
Dari nash-nash al-Qur`an dan Sunnah jelaslah bahwa setiap penyimpangan dari petunjuk Allah dan Rasul-Nya, baik itu menyangkut Aqidah, ibadah, prilaku, maupun amal adalah perbuatan Jahiliyyah.

Seperti yang telah kami uraikan diatas dimana Norma dan atau aturan kehidupan saat ini nampaknya telah kembali kepada kehidupan Jahiliyyah dimana sesuatu yang Positif dan atau Baik serta sesuai dengan aturan telah menjadi sesuatu hal yang langka dan dinilai Negatif oleh sebagian orang. 

Modernisme yang di idam idamkan dan sejatinya diharapkan guna untuk meningkatkan harkat, derajat dan martabat manusia, menuju kehidupan yang lebih baik telah menjadi boomerang bagi umat manusia itu sendiri.
Jauh sebelum hal ini terjadi Allah Swt telah memberikan kita rambu rambu yang seyogyanya kita jauhi melalui Mukjizat yang telah diturunkan melalui junjungan kita Nabi Muhammad Saw.

Firman Allah Swt dalam surah Al Maidah Ayat 48 - 50 :
وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ (٤٨)وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ (٤٩)أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ (٥٠

48. dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian[421] terhadap Kitab-Kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. untuk tiap-tiap umat diantara kamu[422], Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,

49. dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), Maka ketahuilah bahwa Sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. dan Sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.

50. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?

(selengkapnya baca tentang : Saat ini kita kembali ke Zaman Jahiliyyah)

Bagaimana supaya kita tidak terpengaruh oleh hal hal negatif disekitar kita..?

Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial yang butuh untuk bermasyarakat tidak dapat hidup sendiri dalam artian saling membutuhkan satu sama lain, bergaul, bertetangga, nongkrong atau apapun itu sebutannya menjadi kebutuhan yang sangat dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari hari,

Akan tetapi terdapat batasan dan atau aturan didalam islam bagaimana sebaiknya kita bergaul dan memilih teman. sehingga Allah Swt memerintahkan kita umat manusia agar bergaul dengan orang-orang yang benar

Firman Allah Swt :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ (١١٩

“ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. ” (At- Taubah :119)
Islam juga melarang kita agar tidak bergaul dengan orang-orang yang buruk akhlaknya, bejat moralnya & zalim, yang akan membawa kita kepada adzab dan pada akhirnya diiringi sebuah penyesalan kelak di hari Kiamat.

Firman Allah Swt : 
وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلا (٢٧)يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلانًا خَلِيلا (٢٨)لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلإنْسَانِ خَذُولا (٢٩)

“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit kedua tangannya (,menyesali perbuatannya)  seraya berkata, ” “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si Fulan itu teman akrab (ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur’an ketika Al Qur’an telah datang kepadaku”. Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia.” (Al Furqan : 27-29)
Adalah hal yang nyata dan tidak bisa dipungkiri seorang teman baik secara langsung maupun tidak langsung merupakan guru bagi temannya yang lain. cepat atau lambat sikap dan atau sifat yang dimiliki oleh teman kita baik atau kurang baik akan menular pada teman yang lain. Penularan itu disebabkan oleh pengaruh kedekatan dan atau pengaruh cinta, dan pada akhirnya sebagian atau seluruh kepribadian seorang teman itu akan muncul dalam diri temannya yang lain. baik dalam perkataannya maupun perbuatan yang menampakkan perilakunya tanpa disadari.

Bersyukurlah bagi mereka yang memiliki dan memilih teman yang Baik dan Benar, sholeh yang selalu mengajak kepada kebaikan dan menjauhi kemungkaran. sedang bagi mereka yang memiliki teman atau berada di lingkungan yang sebaliknya, tetaplah berpegang teguh pada Alquran dan Sunnah Rosul.

Firman Allah swt :
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ (١٩٩
"Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh"

Dalam Ayat diatas terdapat 3 sikap yang sebaiknya kita lakukan seandainya kita berada dilingkungan yang kurang baik. 
1. Jadilah engkau pemaaf
 Seperti yang telah dialami oleh saudari ku Siska Megalia Yunandi  dimana mereka yang tidak Badung dan nakal serta menjauhi perjinahan seringkali dikatakan sebagai orang munafik. Kejadian yang seperti ini telah ada dizaman Rosulullah Saw, dan mereka yang berbuat demikian adalah orang orang yang berdosa sebagaimana dijelaskan dalam Alquran. 
Firman Allah Swt 

"Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman.Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanyaDan apabila orang-orang yang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira.Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: "Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat"

Al Muthaffifin : 29 - 32
sikap yang seyogyanya dilakukan adalah memaafkan mereka yang sudah berbuat hal hal yang demikian .serta mendo'akan agar mereka mendapatkan petunjuk dari Allah Swt dan segera bertaubat. sebanyak apapun cacian dan atau ejekan adalah ujian dan godaan syetan
 
2. Suruhlah orang mengerjakan kebaikan
Terdapat ladang amal yang sangat besar ditempat saudari dimana mereka orang orang saling menasehati untuk mengerjakan kebaikan dan menjauhi keburukan adalah orang orang yang tidak merugi.
Firman Allah Swt :

"Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." Al Ashr : 2 - 3

3. Berpalinglah dari mereka.
Sikap yang terakhir adalah berpaling dan menjauhi mereka, jika dirasakan / khawatir jika nantinya saudariku akan terperdaya dan masuk kedalam perangkap syetan. yang menyebabkan penyesalan kelak baik di dunia maupun di hari kiamat. seperti yang dijelaskan dalam surah Al Furqan : 27-29.

Kita tidak akan pernah tahu kapan, dimana , dan apa yang akan terjadi besok, teman hari ini bisa jadi musuh esok hari, dan sebaliknya musuh pada hari ini bisa jadi teman esok hari. Tetaplah berpegang teguh pada ajaran ajaran Alquran dan Sunnah Rosul yang insya allah akan membawa kebaikan baik di dunia maupun di akherat.

Wallahu'alam.

Ajaran Ahmadiyah : Benarkah Mirza Ghulam Ahmad Menerima Wahyu...?

Pertanyaan dari Saudara

Rio Prayogi Mtd Maaf bertanya, bagaimana dengan wahyu / ilham yang di terima oleh mizabual ahmad (aliran ahmadiyah) ? ap to jg trMasuk kitab suci krn penjelasan di Televisi bgt, mhn penjelasannya

Jawaban dari pertanyaan diatas telah admin buatkan catatan terpisah yakni Wahyu Setelah Rasulullah?

akan tetapi sebelum membaca catatan tersebut ada baiknya bagi saudara ku semua, mengetahui ke-tiga point dibawah ini, dalam rangka menanggapi dan atau mengambil sikap tentang permasalahan-permasalahan yang acapkali muncul berkenaan dengan hal tersebut diatas, khususnya dinegara Indonesia.

Sebelum berbicara tentang Ajaran Ahmadiyah apakah benar Mirza Ghulam Ahmad yang konon katanya Menerima wahyu dari Allah Swt ...? Perlu untuk kita ketahui beberapa hal yang nantinya dapat kita jadikan pedoman untuk mengambil sikap dan mengeluarkan pendapat  sesuai dengan Alquran dan Sunnah Rosul. 

"Fakta pertama yang seyogyanya kita tanamkan dalam mengambil sikap tentang setiap  kejadian yang menimpa Umat islam khususnya dan Umat Manusia pada umumnya adalah bahwasanya gejolak pertikaian, perdebatan, perselisihan dan saling menjatuhkan memang tidak akan pernah berakhir bahkan sampai hari kiamat....! "


Membaca komentar atau pernyataan mungkin ada yang menyebutnya juga pendapat dari kalimat diatas admin yakin akan ada sebagian dari saudara ku yang kurang sependapat dan atau menyalahkannya, akan tetapi perlu untuk kita semua sadari bahwasanya pertikaian, peperangan, perbedaan pendapat dan saling menjatuhkan adalah salah satu Nash atau Ketetapan Allah Swt sejak dahulu, dan hal tersebut telah dijelaskan dalam Alquran . 

Allah Swt Berfirman dalam Surah Huud : 118 - 119 :
وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ (١١٨)إِلا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ وَلِذَلِكَ خَلَقَهُمْ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لأمْلأنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ (١١٩)
"Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya."

Terdapat ketetapan (nash) Tuhan (Allah Swt) dalam ayat diatas, yakni :
Bahwasanya sejak manusia diciptakan hingga nanti hari Kiamat manusia tidak akan bisa menjadi umat yang satu padu karena mereka (umat manusia) senantiasa berselisih pendapat, ketetapan tersebut menjadikan ketetapan yang lain yakni bahwasanya Allah Swt akan memenuhi neraka Jahannam dengan golongan mereka (umat manusia) dan Jin yang durhaka. Akan tetapi dalam ayat tersebut juga dijelaskan kecuali orang orang yang diberi Rahmat dan untuk itulah mereka diciptakan.

Hal tersebut berkali kali dijelaskan dalam Alquran, diantaranya adalah surah Asy Syuura ayat 8 :

وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَهُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ يُدْخِلُ مَنْ يَشَاءُ فِي رَحْمَتِهِ وَالظَّالِمُونَ مَا لَهُمْ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ (٨
“dan kalau Allah menghendaki niscaya Allah menjadikan mereka satu umat (saja), tetapi Dia memasukkan orang-orang yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. dan orang-orang yang zalim tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dan tidak pula seorang penolong”.

Kesimpulan dari ( point pertama ) adalah permasalahan seperti ini akan terus muncul sampai hari akhir, sebagai bagian dari ketetapan Allah swt, dan ujian atau godaan syetan bagi umat islam, dan kewajiban bagi kita adalah tidak ikut terjerumus kedalam hal hal yang demikian (perdebatan, perselisihan, dan perbedaan pendapat) serta tetap berpegang teguh pada ajaran islam yang hakiki, dan menjalani hidup sesuai dengan tujuan kita diciptakan didunia yakni beribadah kepada Allah Swt :

Firman Allah Swt :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ (٥٦

"dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." QS  Adz Dzaariyaat:56

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (٧١)
"dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" (QS At Taubah :71)


Firman Allah Swt diatas sekaligus menjadi ( point kedua ) yang seyogyanya kita umat islam tanamkan dalam memaknai Dienul islam dan Iman, adalah suatu kenyataan yang amat sangat menyedihkan dimana penilaian terhadap kebenaran hakiki yang menjadi hak prerogatif Allah Swt telah diakui oleh beberapa gelintir makhluk ciptaan Nya, dengan mengatasnamakan sang Khaliq. 


Nilai Nilai Ajaran Tauhid yang mestinya menjadi  fundamental dasar keimanan bagi setiap umat islam telah luntur atau mungkin tidak pernah di tanamkan sama sekali dalam diri sebagian saudara kita.  tidak ada ajaran dari Nabi kita Muhammad Saw yang mengajarkan tentang perdebatan dan perselisihan. Apalagi merasa PALING BENAR.....!! menyikapi hal yang demikian seyogyanya kita  berpegang teguh kepada Sumber dari segala sumber hukum islam yakni Alquran al Karim :


Firman Allah Swt : 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا (٥٩
"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya."


( Point ketiga ) hal yang demikian (Perbedaan, perselisihan, dan atau berlainan pendapat ) seperti yang telah dijelaskan pada point pertama dan kedua sejatinya telah ada di jaman Rosulullah SAW, dan didalam alquran Surah An Nisaa ayat 59 telah dijelaskan bagaimana sebaiknya kita mengambil sikap, seperti yang terjadi baru baru ini di negara Indonesia khususnya, dimana Ulil Amri yang  menjadi panutan dan contoh bagi kita setalah Allah Swt Dan Rosulullah Saw berlainan pendapat, maka yang lebih utama dan lebih baik bagi kita Umat Islam adalah dengan memantapkan Iman dan Islam. kembali kepada fitrah dan tujuan kita hidup seperti yang telah dijelaskan dalam Point kedua.


Lantas yang menjadi pertanyaan kemudian adalah bagaimana tentang ajaran ahmadiyah ...? Benarkah Mirza Ghulam Ahmad menerima wahyu ...?

Pembahasan mengenai Hal tersebut telah admin uraikan dalam catatan yang lain yakni Adakah Wahyu Setelah Rasulullah?


Antara kebaikan dan keburukan


Jika kita perhatikan hidup ini, maka selalu akan kita dapatkan bahwa jalan kehidupan ini selalu silih berganti antara kebaikan dan keburukan dalam berbagai bentuknya; kadang senang kadang susah, kadang berhasil kadang gagal, kadang bahagia kadang sedih, begitulah seterusnya.

Namun yang perlu kita sadari adalah bahwa semua itu telah Allah tentukan sebagai ujian bagi kita dalam mengemban tugas kita yang paling utama dalam kehidupan, yaitu beribadah kepada-Nya.Dalam al-Quran Allah telah tegaskan hal tersebut: "Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya)". (QS.al-Anibiya:35)

Jadi, yang namanya ujian bukan saja saat kita terima musibah dan kesulitan, seperti gaji tak lancar, harta benda yang di curi atau tertipu, meninggalnya sanak saudara dan lain sebagainya. Tapi juga saat kita senang dan berhasil; seperti kalau bekerja dapat majikan atau atasan yang baik, harta benda yang semakin bertambah, kesehatan fisik. Itujuga adalah merupakan ujian bagi kita.

Bahkan betapa banyak orang yang di uji dengan penderitaan dan kesulitan lebih tabah dan mampu menjaga dirinya ketimbang diuji dengan kemewahan dan kesenangan.

Saudaraku yang dirahmati Allah,
Jadi sesungguhnya, " siapa kita" di sisi Allah?, bukan ditentukan oleh kebaikan atau keburukan yang kita alami, tapi ditentukan oleh apa sikap yang kita tampilkan ketika itu.
Keburukan yang menimpa kita, bukanlah "keburukan" yang sesungguhnya. Dia baru dikatakan "keburukan" yang sesungguhnya manakala sikap kita ketika itu semakin jauh dari ajaran Allah, karena itu artinya kita " tidak lulus ujian".

Akan tetapi jika kita hadapi dengan sabar, tawakkal dan tetap dekat kepada ajaran Allah sambil mencari penyelesaian terbaik, maka keburukan tersebut sesungguhnya kebaikan yang menjadi tangga bagi kita untuk mencapai derajat yang lebih tinggi.

Sebaliknya dengan kebaikan, diapun tidak serta merta berarti "kebaikan" yang sesungguhnya. Jika kita sikapi dengan kesombongan, menggunakannya pada jalan yang tidak Allah kehendaki, maka kebaikan tersebut sesungguhnya bukan " kebaikan" bagi kita, tapi cepat atau lambat, dia akan menjadi sumber bencana bagi kehidupan kita.

Sebaliknya, jika dia disikapi dengan rasa syukur, rendah hati dan menggunakannya pada jalan yang disyariatkan, maka kebaikan seperti itulah yang sesungguhnya dikatakan kebaikan dalam hidup kita, itu berarti kita "telah lulus ujian".

Semoga kita termasuk orang-orang yang lulus ujian dalam kehidupan ini.

Design by The Blogger Templates

Design by The Blogger Templates