Hukum Dalam Agama Islam


Al-Qur'an sebagai kitab suci umat Islam adalah sumber hukum tertinggi, secara jelas tertulis disana tentang berbagai hukum meskipun secara tidak terperinci alias terbagi - bagi dalam berbagai surat - surat dalam alquran. terdapat 5 macam / kriteria hukum dalam agama islam yaitu , halal, haram, wajib, sunnah, makruh dan mubah. pada dasarnya Islam sangat memperhatikan kebaikan dan keselamatan pemeluknya dengan tidak serta merta menjatuhkan dan atau memvonis seseorang yang telah melakukan kejahatan. 


Sifat universalnya yang meliputi segala bidang, dan sangat luas menjadikan makna yang terkandung didalam alquran sangat sulit dicerna oleh setiap orang Bahkan Allah Subhanahu wata'ala menegaskan hal tersebut dalam Al Quran. hanya sebagian kecil orang saja yang dapat memahami isi dan kandungan ayat - ayat suci al quran. yakni mereka yang suci / disucikan, merekalah yang memperoleh rahmat. Al Ayat. 


Sungguh menyedihkan sekali dewasa ini dimana hukum islam sudah tidak lagi dipakai , al quran sudah tinggal tulisan dan namanya, ulama' sudah tidak perduli lagi , umatpun berserakan kesana kemari , putus asa dan pasrah akan kondisi sehingga mereka yang sebenarnya ingin berjuang dan prihatin hanya bisa membaca istighfar untuk memohon ampunan. 


Islam terasa asing dan aneh mereka yang ingin kembali memakai hukum islam malah dilecehkan, dianggap lebay , terorist , dan diasingkan. umat bingung harus kemana sedangkan mereka para petingginya tidak lagi menghiraukan kondisi negara dan umat. 


Andai Rosulullah dan para sahabat masih ada mungkin mereka akan mati dipenggal semua melihat kondisi umat saat ini, tidak hanya pejabat tapi ulama' yang adapun mungkin ikut dipenggal. 


wallahu a'lam

Hidup Ini Terlalu Singkat Untuk

Percaya atau tidak percaya harus percaya bahwa Hidup Ini Terlalu Singkat Untuk sekedar bermain - main.

Pendidikan Islam Kini ........!

Sungguh suatu fenomena yang cukup memprihatinkan dimana aturan - aturan dasar yang memang diharuskan untuk dijadikan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan ini mulai ditinggalkan. Usaha untuk menyiapkan diri agar memahami (knowing), melaksanakan (doing), dan mengamalkan (being) ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT berakhalak mulia dalam kehidupan pribadi, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dewasa ini nampaknya sudah menjadi hal yang basi , kuno, bahkan tidak sedikit remaja saat ini yang menganggap bahwa mereka yang mengamalkan perintah Allah Subhanahu wata'ala sebagai manusia yang kolot , ketinggalan zaman , lebay , alay , sok suci.


Pendidikan agama islam yang ada saat ini pun diarahkan menjadi sekadar hafalan atau pengetahuan semata dan bukannya diterapkan atau diamalkan dalam kehidupan sehari - hari. Pendidikan agama tidak sekadar berhenti pada sifat-sifat ritual dan ajaran pemahaman, namun mustinya lebih berorientasi kepada pengamalan.

Agama kini hanya menjadi sebuah simbol atau icon tertentu yang melekat pada diri seseorang tanpa dibarengi oleh sikap dan perbuatan yang terdapat dalam kitab suci ajaran / agama tersebut. Perubahan ini terutama terlihat di kalangan kaum muda. Sebagai contoh, di pusat-pusat perkotaan negara-negara yang sedang berkembang, tanda-tanda dari budaya kaum muda yang internasional amat menonjol. Dengan semangat mereka melahap, musik, mode, gaya hidup, dll. sehingga gaya hidup internasional itu dipraktikkan dan dijadikan tuntunan.

Teknik informasi yang canggih telah mengakibatkan penyebaran segala informasi baru yang amat luas dan cepat. Segala informasi tak bisa lagi dibatasi secara lokal tetapi dengan sangat cepat menyebar ke seluruh dunia terjadi dengan kecepatan luar biasa. Jaringan informasi supercepat, satelit , jaringan telepon, sistem transmisi digital berkecepatan tinggi, jaringan tanpa kabel, telepon mobil, telepon seluler dan internet yang semakin menggila. Perkembangan pesat ini membawa perubahan-perubahan sosial yang sangat dahsyat, yang mencakup lembaga-lembaga kemasyarakatan, sistem sosialnya dan termasuk nilai-nilai, sikap dan pola-pola kehidupan manusia yang berobah.

Bahkan tidak sedikit dari mereka yang terjebak di dalam hal ini yang akhirnya mulai meragukan keberadaan Tuhan Pencipta Alam Semesta. Kegairahan akan hidup yang materialistis telah merubah dari “sekedar bertahan hidup” dalam rangka untuk mencari bekal menuju kehidupan yang selanjutnya beralih ke gaya hidup konsumtif dan berlebihan, dan menjadikan kekayaan sebagai lambang kesuksesan yang universal. Serta tidak sedikit dari mereka yang menjadikan kekayaan sebagai tolah ukur  keberhasilan dalam agama, sehingga orang yang sukses, kaya , dianggap sebagai orang yang dekat dengan Tuhan.

Hal tersebut semakin jelas bahwa kehidupan beragama sekarang (zaman ini) lebih berorientasi kepada hasil duniawi adalah ketika bermunculan ahli shadaqah agar semakin kaya, cinta harta dan takut mati, anggapan bahwa seseorang sukses karena Ilmu yang dimilikinya. serta penyakit - penyakit kronis duniawi lainnya yang sejatinya telah menimpa umat - umat terdahulu kini seakan bermunculan kembali dan bahkan boleh dibilang lebih parah di zaman ini.

Wallahu A'lam

Hukuman

Hukuman adalah sanksi fisik maupun psikis untuk kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan. hal tersebut adalah sebuah cara untuk mengarahkan sebuah tingkah laku agar sesuai dengan aturan yang berlaku secara umum. Hukuman diberikan ketika sebuah tingkah laku yang tidak diharapkan dilakukan oleh seseorang ketika yang bersangkutan tidak memberikan respon atau tidak menampilkan sebuah tingkah laku yang diharapkan. lebih jauh hukuman mengajarkan tentang apa yang tidak boleh dilakukan, yang terdapat dalam sebuah komunitas atau kelompok agar satu sama lain merasa aman dan tentram.

Fungsi Hukuman

Fungsi penting dari hukuman yang berperan besar bagi pembentukan  tingkah laku yang diharapkan :
*  Membatasi perilaku. Hukuman menghalangi terjadinya pengulangan tingkah laku yang tidak diharapkan.
*  Bersifat mendidik.
*  Memperkuat motivasi untuk menghindarkan diri dari tingkah laku yang tidak diharapkan.

Hetiga point penting dari fungsi hukuman diatas adalah fungsi yang didasarkan pada segi sebab sedangkan jika ditinjau dari sudut pandang akibat hukuman berperan besar dalam menjaga kedamaian , ketenangan , ketentraman dan keselamatan suatu komunitas , kaum , umat , dan atau sebuah negara.

Hal ini secara tersurat dijelaskan dalam Firman Allah Subhanahu wata'ala :

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (٩٦)
"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan ayat-ayat Kami itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Al A'raaf : 96"

Hukum dan Hukuman yang telah diatur baik hukum Allah subhanahu wata'ala dalam Alquran maupun hukum buatan manusia secara fisik memang terlihat membatasi kebebasan , membatasi gerak dan tingkah laku kita dalam berbuat sesuatu. Namun jika kita (manusia) mau sadar diri dan memahami serta mengamalkan maka sudah pasti kebaikan , keselamatan , ketentraman , ketenangan , kedamaian, dll yang dijanjikan NYA akan terjadi. Namun , jika kita (manusia) lebih memilih untuk memuaskan hawa nafsu , keinginan, mengabaikan perintah dan menjalankan larangan maka sudah pasti Azab yang dijanjikan NYA lah yang ditimpakan.

Perkembangan Terkini
Hukum Islam dan aturan aturan yang terdapat didalam Kitabullah selalu menjadi debat yang kontroversial. Pro dan kontra penerapan hukum selalu bertarung di tingkatan masyarakat, maupun para pengambil kebijakan. Kontroversi hukuman juga eksis baik itu di panggung internasional maupun nasional.

Sebagian orang merasa hal itu perlu karena melihat betapa Janji - Janji Nya sudah dirasakan dan atau dialami oleh mereka yang notabene merasa prihatin, namun sebagian lagi merasa hukum islam hanya akan membatasi nafsu dan keinginan mereka, bahkan tidak sedikit mereka yang beragama islam menganggap bahwa hukum islam telah ketinggalan zaman sehingga mereka menciptakan hukum baru dengan mengutip sebagian ayat ayat Al Quran dan menjadikannya sebagai landasan atau dasar yang dibenarkan.

Perkembangan peradaban bangsa-bangsa di dunia saat ini, adalah kehidupan yang kalau boleh dibilang melampaui kehidupan Jahiliyyah dimasa Rosulullah, Semakin lama kehidupan ini bukanlah menuju kepada kehidupan yang lebih baik akan tetapi kehidupan menuju kepada suatu akhir masa , sebagaimana kehidupan manusia menuju kepada Kematian.

Itulah yang pasti terjadi ketika manusia sudah tidak lagi menghiraukan Hukum Allah (Ayat - Ayat Allah Subhanahu wata'ala.)

Wallahu A'lam

Halal Atau Haram


Petani (P) : Saya ingin bertanya, apakah kepiting sawah itu halal atau haram ?
Kyai (K) Sebelum menjawab pertanyaan kamu saya ingin dulu bertanya, apakah kamu punya sawah ?

P: Punya , Kyai
K: Apakah di sawah yang kamu sedang tanami itu kamu bisa memancing belut?
P: Iya, kyai, bisa
K: Apakah kamu punya empang ?
P: Punya, Kyai
K: Apakah di empangmu dipelihara aneka ragam ikan, sperti mujair, tawes, mas, nila, gurame ?
P : Iya , Kyai
K: Apakah kamu juga beternak ayam atau bebek seperti petani di sini?
P Iya, Kyai

K: Nah , kalau begitu, makan dulu saja itu semua, janganlah dulu kamu persoalkan kepiting sawah, ayam, itik, ikan itupun mungkin tak habis kamu makan, jangan kau susahkan hidupmu dengan persoalan kepiting sawah.


Dunia ini disediakan Tuhan untuk segenap mahkluknya. Dan dunia ini cukup untuk memenuhi kebutuhan semua penghuninya.

Akan tetapi, dunia ini akan menjadi sempit dan terlalu sedikit,

bahkan tidak cukup, untuk memuaskan hanya keserakahan seorang manusia saja.

Dunia ini disediakan Tuhan untuk segenap mahklukNya

Dunia Ini Diciptakan Untuk Segenap makhluk Nya

Pak "Pulan" bukan nama Sebenarnya tinggal di sebuah kampung terpencil, dalam sebuah gubuk kecil. Istri dan anak-anaknya hidup dengan amat sederhana. Akan tetapi, semua anaknya berpikiran cerdas dan berpendidikan. Selain penduduk kampung itu, tidak ada yang tahu bahwa ia mempunyai kebun subur berhektar-hektar dan perniagaan yang kian berkembang di beberapa kota besar. Dengan kekayaan yang diputar secara mahir itu ia dapat menghidupi ratusan keluarga yg bergantung padanya. Tingkat kemakmuran para kuli dan pegawainya bahkan jauh lebih tinggi ketimbang sang majikan. Namun, Pak Pulan merasa amat bahagia dan damai menikmati perjalanan usianya.

Salah seorang anaknya pernah bertanya, `Mengapa Ayah tidak membangun rumah yang besar dan indah? Bukankah Ayah mampu?""Ada beberapa sebab mengapa Ayah lebih suka menempati sebuah gubuk kecil," jawab sang sufi yang tidak terkenal itu. "Pertama, karena betapa pun besarnya rumah kita, yang kita butuhkan ternyata hanya tempat untuk duduk dan berbaring. Rumah besar sering menjadi penjara bagi penghuninya. Sehari-harian ia Cuma mengurung diri sambil menikmati keindahan istananya. Ia terlepas dari masyarakatnya. Dan ia terlepas dari alam bebas yang indah ini. Akibatnya ia akan kurang bersyukur kepada Allah."

Anaknya yang sudah cukup dewasa itu membenarkan ucapan ayahnya dalam hati. Apalagi ketika sang Ayah melanjutkan argumentasinya, "Kedua, dengan menempati sebuah gubuk kecil, kalian akan menjadi cepat dewasa. Kalian ingin segera memisahkan diri dari orang tua supaya dapat menghuni rumah yang lebih nyaman. Ketiga, kami dulu cuma berdua, Ayah dan Ibu. Kelak akan menjadi berdua lagi setelah anak-anak semuanya berumah tangga. Apalagi Ayah dan Ibu menempati rumah yang besar, bukankah kelengangan suasana akan lebih terasa dan menyiksa?"

Si anak tercenung. Alangkah bijaknya sikap sang ayah yang tampak lugu dan polos itu. Ia seorang hartawan yang kekayaannya melimpah. Akan tetapi, keringatnya setiap hari selalu bercucuran. Ia ikut mencangkul dan menuai hasil tanaman. Ia betul-betul menikmati kekayaannya dengan cara yang paling mendasar. Ia tidak melayang-layang dalam buaian harta benda sehingga sebenarnya bukan merasakan kekayaan, melainkan kepayahan semata-mata. Sebab banyak hartawan lain yang hanya bisa menghitung-hitung kekayaannya dalam bentuk angka-angka. Mereka hanya menikmati lembaran-lembaran kertas yang disangkanya kekayaan yang tiada tara. Padahal hakikatnya ia tidak menikmati apa-apa kecuali angan-angan kosongnya sendiri.

Kemudian anak itu lebih terkesima tatkala ayahnya meneruskan, "Anakku, jika aku membangun sebuah istana anggun, biayanya terlalu besar. Dan biaya sebesar itu kalau kubangunkan gubuk-gubuk kecil yang memadai untuk tempat tinggal, berapa banyak tunawisma/gelandangan bisa terangkat martabatnya menjadi warga terhormat? Ingatlah anakku, dunia ini disediakan Tuhan untuk segenap mahkluknya. Dan dunia ini cukup untuk memenuhi kebutuhan semua penghuninya. Akan tetapi, dunia ini akan menjadi sempit dan terlalu sedikit, bahkan tidak cukup, untuk memuaskan hanya keserakahan seorang manusia saja."

Allah menciptakan langit dan bumi dengan hak


خَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ بِالْحَقِّ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِلْمُؤْمِنِينَ

"Allah menciptakan langit dan bumi dengan hak[*]. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang mukmin.


[*] Maksudnya: Allah menjadikan semua yang disebutkan itu bukanlah dengan percuma, melainkan dengan penuh hikmah.

Di dalam Penciptaan langit dan bumi serta apa yang ada diantara keduanya menunjukkan akan kekuasaan Sang Pencipta (Allah Subhanahu wata'ala) bagi orang-orang mukmin secara khusus karena hanya mereka sajalah yang dapat mengambil manfaat dari hal tersebut untuk memperkuat keimanannya,

Berbeda dengan orang-orang kafir yang lebih menganggap bahwa semua ini hanya kebetulan dan hasil dari Evolusi alam.

atau orang orang munafik yang percaya bahwa adanya langit dan bumi tentulah ada yang menciptakan namun mereka ingkar akan Hukum Allah dan Kewajiban kita untuk beribadah dan berserah diri semata mata hanya kepada Nya

Wallahu A'lam

Manusia Yang Bagaimanakah Saya ........?

Manusia pada dasarnya adalah ciptaan yang paling anggun dan mulia. Dalam pandangan Islam, pembicaraan mengenai penyempurnaan jiwa dan maknawi tidak membeda-bedakan antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki potensi untuk menerima ajaran samawi Al-Quran.

Laki-laki dan perempuan tidak memiliki perbedaan dalam kemampuan akal dan kebijaksanaan, dalam menentukan dan memilih jalan hidup yang benar, serta dalam menemukan hakikat kebenaran. Kaum perempuan, sebagaimana laki-laki, memiliki potensi untuk mencapai posisi ruhani yang tinggi. Allah (swt) juga menegaskan bahwa orang terbaik di antara umat manusia adalah mereka yang bertakwa, baik itu laki-laki maupun perempuan.

Di Dalam Alquran banyak sekali ayat - ayat yang menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk yang diciptakan lebih baik dari makhluk yang lain baik dari bentuk fisik maupun non fisik, akan tetapi kita watak , tabiat , perilaku, atau apapun itu, namanya manusia tetaplah bukan Tuhan yang memiliki Kesempurnaan. 

Seringkali kita terkecoh oleh ayat - ayat yang menjelaskan keadaan , bentuk , dan penciptaan manusia yang sempurna sedangkan dalam ayat - ayat yang lain dijelaskan bahwa manusia yang benar imannya adalah mereka yang bertakwa. 

Sedangkan mereka (manusia) yang banyak ingkar bahkan lebih rendah dari binatang ternak, dan mereka dikutuk atau dilaknat oleh Allah SWT menjadi Kera dan Babi.
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah dan mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar ayat-ayat Allah. Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.
Al A'raaf : 179
Katakanlah:
"Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari orang-orang fasik itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka ada yang dijadikan kera dan babi dan orang yang menyembah thaghut?." Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.
Al Maa'idah : 60

Jadi .........................!? 
Apakah kita termasuk manusia yang Mulia yang mana malaikat dan jin bersujud kepada kita....?

Ataukah kita termasuk manusia yang hina.........?



Wallahu A'lam

Aqiqah

Aqiqah adalah sembelihan untuk anak yang baru lahir setelah 7 hari kelahiran anak, jika tidak atau belum mampu maka bisa dilaksanakan pada hari ke empat belas atau jika masih belum mampu maka bisa dilaksanakan kapan saja. Hukum aqiqah adalah sunnah muakkad, dan lebih afdhal nya atau lebih utamanya untuk anak laki-laki disembelihkan dua ekor kambing atau domba dan untuk anak Perempuan satu ekor.

Aqiqah biasanya dilakukan bersamaan pada saat pemberian nama dengan mencukur rambut anak yang baru lahir, serta bersedekah seberat timbangan rambut yang dicukur dengan emas atau perak jika hal itu memungkinkan.

Hikmah Aqiqah
  • Dalam aqiqah ini mengandung unsur perlindungan dari syaitan yang dapat mengganggu anak yang terlahir itu, dan ini sesuai dengan makna hadits, yang artinya: “Setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya.” . Sehingga Anak yang telah ditunaikan aqiqahnya insya Allah lebih terlindung dari gangguan syaithan yang sering mengganggu anak-anak. Hal inilah yang dimaksud oleh Al Imam Ibunu Al Qayyim Al Jauziyah "bahwa lepasnya dia dari syaithan tergadai oleh aqiqahnya".
  • Aqiqah merupakan tebusan hutang anak untuk memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya kelak pada hari perhitungan. Sebagaimana Imam Ahmad mengatakan: "Dia tergadai dari memberikan Syafaat bagi kedua orang tuanya (dengan aqiqahnya)".
  • Merupakan bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas karunia yang dianugerahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan lahirnya sang anak.
  • Aqiqah sebagai sarana menampakkan rasa gembira dalam melaksanakan syari'at Islam & bertambahnya keturunan mukmin yang akan memperbanyak umat Rasulullah SAW pada hari kiamat.
  • Aqiqah memperkuat ukhuwah (persaudaraan) diantara masyarakat.

Dan masih banyak lagi hikmah yang terkandung dalam pelaksanaan Syariat Aqiqah ini. Rasullah SAW memcontohkan pada hari ke tujuh mencukur rambur bayi, memberi nama yang baik dan menyembelih kibsy (domba putih) untuk aqiqah Hasan Dan Husein.

Pembagian daging Aqiqah
Terdapat perbedaan dikalangan para Ulama mengenai pembagian daging Aqiqah, dimana sebagian  Ulama memperbolehkan memakannya, menghadiahkan sebagian dagingnya, dan mensedekahkan sebagian lagi. Dan Sebagian yang lain tidak memperbolehkan memakannya sendiri atau dengan kata lain menshadaqahkan seluruh daging Aqiqah (lebih utama di shadaqahkan semuanya)

Wallahu'alam

Bencana , Musibah atau Azab adalah Perbaikan

Azab , Peringatan dan atau Perbaikan 

Bencana atau Musibah adalah suatu kejadian buruk yang menimpa manusia maupun apa saja yang ada di alam semesta. Sebagian orang memiliki persepsi yang berbeda dalam menanggapi setiap Bencana atau Musibah yang ada, pada dasarnya Bencana dan atau musibah bagi manusia ada tiga macam, yaitu : Pertama, sebagai ujian. Kedua, sebagai peringatan. Ketiga, sebagai adzab.

Seperti yang telah kami Uraikan pada Catatan Sebelumnya bahwa Adzab tidak hanya menimpa bagi mereka orang orang Kafir akan tetapi Adzab juga bisa menimpa orang orang yang beriman. dan dalam setiap bencana atau musibah pasti ada hikmahnya Ketiga macam bentuk atau sebutan bagi bencana pada dasarnya adalah sama, yakni sama sama bencana atau musibah.

Yang kemudian menjadikannya berbeda adalah terletak pada pola pikir dan sudut pandang mereka yang menterjemahkan suatu kejadian tersebut. Bagi Mereka yang benar benar beriman adanya suatu bencana atau musibah adalah sudah ketentuan dari Allah Swt, dan mereka percaya bahwa bencana tersebut adalah bentuk dari Ujian , peringatan dan Adzab.

1. Bencana dikatakan sebagai Ujian adalah Manakala Bencana atau Musibah tersebut menimpa mereka orang orang yang beriman dan beramal saleh.

2. Bencana dikatakan sebagai peringatan adalah manakala Bencana atau musibah tersebut menimpa mereka yang telah beriman dan beramal saleh akan tetapi melakukan suatu kesalahan / kealpaan sehingga allah swt menimpakan bencana agar mereka Ingat dan Sadar bahwa apa yang telah mereka lakukan adalah suatu kesalahan.

3. Bencana dikatakan sebagai Adzab adalah manakala Bencana atau musibah tersebut menimpa / terjadi pada mereka yang telah benar - benar kufur akan Nikmat yang telah Allah Swt berikan. mereka ingkar dan tetap tidak mau beriman dan beramal saleh.

Lantas bagaimana dengan Bencana dan Musibah yang beberapa tahun belakangan seringkali terjadi...?
apakah termasuk dalam kategori Adzab, Ujian atau Peringatan...?

Jawab :
Ketiga - tiganya adalah benar...!
Sebagai contoh Tsunami yang menimpa Saudara - saudara kita di Aceh beberapa Tahun yang lalu, dimana bencana atau musibah tersebut adalah bentuk dari Adzab, Ujian Dan Peringatan. yang aplikasinya sebagaimana telah dijelaskan diatas atau kurang lebih adalah sebagai berikut :

1. Bagi mereka yang Seringkali melakukan Berbagai bentuk Kemaksiatan dan Perbuatan Mungkar  dan meninggal dunia dalam Bencana Atau Musibah tersebut adalah suatu bentuk Adzab karena tidak menghiraukan pesan - pesan yang telah tertulis dalam Alquran.

2. Bagi mereka yang selamat :
a. Ujian : Bagi mereka yang beriman dan beramal saleh untuk tetap bersabar dan menerima dengan ikhlas setiap bentuk cobaan dari Allah Swt.
b. Peringatan : ditujukan bagi mereka yang belum beriman dan beramal saleh, bencana tersebut adalah peringatan yang ditampakkan kepada mereka agar mereka semakin yakin bahwa tidak ada daya dan upaya dan tidak ada kekuatan dan keselamatan serta tidak ada Tuhan Selain Allah Swt.

Baik Adzab, Peringatan maupun Ujian adalah Benar dan yang menjadikannya berbeda adalah Pola pikir dan Sudut pandang kita masing - masing dari mana kita melihat dan menilai suatu musibah dan atau bencana tersebut.

Suatu Bencana baik itu Tsunami ataupun Banjir dikatakan perbaikan adalah karena bencana tersebut adalah suatu hasil atau akibat dari tangan - tangan kotor manusia yang kurang Akal diantara kita. yang telah banyak berbuat kerusakan di muka bumi, baik yang bersifat fisik maupun moral


Menentang perintah Allah seperti Perzinahan, mengurangi timbangan , kesewenang wenangan , ketidak perdulian , dll

kerusakan fisik diantaranya , Mendirikan Gedung yang Tinggi - Tinggi , berlebihan dalam Hal Duniawi, merusak alam atau lingkungan. Mengeruk Gunung atau bukit untuk dijadikan tanah lapang dan lain sebagainya.

janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah Allah memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut tidak akan diterima dan harapan akan dikabulkan. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.

Al A'raaf : 56

"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman."

Al A'raaf : 85

Wallahu'alam.

Ijarah

Pengertian ijarah

Al ijarah atau ijara menurut pengertian syara' adalah suatu jenis akad untuk mengambil manfaat dengan jalan penggantian. dalam pembiayan ijarah, objek transaksinya adalah jasa, baik manfaat atas barang maupun manfaat atas tenaga kerja, Jadi pada dasarnya prinsip ijarah sama saja dengan prinsip jual beli tapi perbedaannya terletak pada objek transaksinya. Bila pada jual beli objek transaksinya barang, sedangkan pada ijarah objek transaksinya adalah jasa.

karena itu tidak sah menyewakan pohon untuk buahnya, demikian pula menyewakan mata uang, makanan, dan barang yang dapat ditakar atau di timbang. karena barang barang tersebut tidak dapat atau bukan untuk diambil manfaatnya kecuali dengan menggunakan barang itu sendiri. begitu juga menyewakan sapi, domba, atau onta untuk diambil susunya. karena Penyewaan adalah kepemilikan manfaat.

Beberapa hal yang dapat dikategorikan sebagai ijarah diantaranya adalah Penyewaan Rumah untuk ditempati, kendaraan untuk dinaiki, Komputer (sewa internet) atau dalam bentuk karya misalnya Insinyur dan kuli bangunan dalam rangka membuat Bangunan, penjahit, tukang cuci, dll. Pemilik yang menyewakan manfaat disebut Mu'ajjir (orang yang menyewakan) pihak lain yang menggunakan manfaat disebut Musta'jir (orang yang menyewa). dan barang yang diakadkan untuk diambil manfaat disebut Ma'jur. sedangkan jasa yang diberikan sebagai imbalan manfaat disebut Ajran atau ajru (upah).

ketika akad sewa menyewa telah berlangsung , maka penyewa sudah berhak mengambil manfaat dan orang yang menyewakan berhak pula mengambil upah, karena akad ini adalah mu'awadah (penggantian).

Dalam Hukum Islam ada dua jenis ijarah, yaitu :
Ijarah yang berhubungan dengan sewa jasa, yaitu mempekerjakan jasa seseorang dengan upah sebagai imbalan jasa yang disewa.

Ijarah yang berhubungan dengan sewa aset atau properti, yaitu memindahkan hak untuk memakai dari aset atau properti tertentu kepada orang lain dengan imbalan biaya sewa.

Landasan Hukumnya
Sewa menyewa disyari'atkan berdasarkan alquran dan sunnah Ijarah sebagai suatu transaksi yang sifatnya saling tolong menolong mempunyai landasan yang kuat dalam al-Qur’an dan Hadits.
Firman Allah Swt :

أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَةَ رَبِّكَ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا وَرَحْمَةُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ (٣٢

"Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan." (QS Az Zukhruf : 32) 
(Al Baqarah ayat 233 dan Al Qashash Ayat 26 - 27)

Hadis riwayat Abu Dawud dari Saad bin Abi Waqqash, bahwa Nabi Muhammad saw. Bersabda :
Artinya : "Kami pernah menyewakan tanah dengan (bayaran) hasil pertaniannya, maka Rasulullah melarang kami melakukan hal tersebut dan memerintahkan agar kami menyewakannya dengan emas atau perak."

Hadis riwayat Ibnu Majah dari Ibnu Umar, bahwa Nabi Muhammad saw. Bersabda :
Artinya : "Berikanlah upah pekerja sebelum keringatnya kering"

Rukun dan Syarat Ijarah

1. Rukun dari akad ijarah yang harus dipenuhi dalam transaksi adalah :

a. Pelaku akad, yaitu mustajir (penyewa), adalah pihak yang menyewa aset dan mu’jir/muajir (pemilik) adalah pihak pemilik yang menyewakan aset. 

b. Objek akad, yaitu ma’jur (aset yang disewakan) dan ujrah (harga sewa).

c. Sighat yaitu ijab dan qabul.

2. Syarat ijarah yang harus ada agar terpenuhi ketentuan-ketentuan hukum Islam, sebagai berikut :

a. Jasa atau manfaat yang akan diberikan oleh aset yang disewakan tersebut harus tertentu dan diketahui dengan jelas oleh kedua belah pihak.

b. Kepemilikan aset tetap pada yang menyewakan yang bertanggung jawab pemeliharaannya, sehingga aset tersebut harus dapat memberi manfaat kepada penyewa.

c. Akad ijarah dihentikan pada saat aset yang bersangkutan berhenti memberikan manfaat kepada penyewa. Jika aset tersebut rusak dalam periode kontrak, akad ijarah masih tetap berlaku.

d. Aset tidak boleh dijual kepada penyewa dengan harga yang ditetapkan sebelumnya pada saat kontrak berakhir. Apabila aset akan dijual harganya akan ditentukan pada saat kontrak berakhir.


Wallahu'alam

Homoseksualitas Lesbian dan Gay

Homoseksual

Lesbian adalah istilah bagi perempuan yang mengarahkan orientasi seksualnya kepada sesama perempuan atau disebut juga perempuan yang mencintai perempuan baik secara fisik, seksual, emosional atau secara spiritual,
Gay adalah istilah untuk laki-laki yang mengarahkan orientasi seksualnya kepada sesama laki-laki atau disebut juga laki-laki yang mencintai laki-laki baik secara fisik, seksual, emosional ataupun secara spiritual

Sikap Islam dalam masalah homoseksual dan lesbian sudah jelas. Mengharamkan. Tentang hal ini ada hadist yang diriwayatkan oleh imam Ahmad, Muslim, Abu Dawud dan Tarmidzi bahwa Rosulullah Saw bersabda :

"Lelaki tidak boleh melihat Aurat lelaki, Perempuan tidak boleh melihat aurat perempuan. lelaki tidak boleh berkumpul dengan lelaki dalam dalam satu kain. perempuan juga tidak boleh berkumpul dengan perempuan lain dalam satu kain"

Salah satu azab Allah swt paling dahsyat yang dikisahkan dalam Al-Quran tentang perilaku menyimpang yakni Homoseksual, yang terjadi pada negeri Sodom dimana umat nabi Luth yang dzalim dan melakuan perbuatan Keji maka di hancurkan dan ditenggelamkan lah kotanya hingga ke Dasar Lautan.

Perbuatan dzalim dan Keji yakni Homeseksual baik itu lesbian maupun Gay dikisahkan dalam beberapa surah dalam Alquran  diantaranya Surah Al 'Ankabuut ayat : 28 - 31 : (surah yang lain Adz Dzaariyat, Al Ankabuut, Al Hijr, Asy syu'araa, huud, al Qamar dan surah yang lain)

Firman Allah Swt :
وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ (٢٨)أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ وَتَقْطَعُونَ السَّبِيلَ وَتَأْتُونَ فِي نَادِيكُمُ الْمُنْكَرَ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلا أَنْ قَالُوا ائْتِنَا بِعَذَابِ اللَّهِ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ (٢٩)قَالَ رَبِّ انْصُرْنِي عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِينَ (٣٠)وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا إِبْرَاهِيمَ بِالْبُشْرَى قَالُوا إِنَّا مُهْلِكُو أَهْلِ هَذِهِ الْقَرْيَةِ إِنَّ أَهْلَهَا كَانُوا ظَالِمِينَ (٣١)قَالَ إِنَّ فِيهَا لُوطًا قَالُوا نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَنْ فِيهَا لَنُنَجِّيَنَّهُ وَأَهْلَهُ إِلا امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ (٣٢)وَلَمَّا أَنْ جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالُوا لا تَخَفْ وَلا تَحْزَنْ إِنَّا مُنَجُّوكَ وَأَهْلَكَ إِلا امْرَأَتَكَ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ (٣٣)إِنَّا مُنْزِلُونَ عَلَى أَهْلِ هَذِهِ الْقَرْيَةِ رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ (٣٤)وَلَقَدْ تَرَكْنَا مِنْهَا آيَةً بَيِّنَةً لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ (٣٥

28. dan (ingatlah) ketika Luth berkata pepada kaumnya: "Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang Amat keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun dari umat-umat sebelum kamu".

29. Apakah Sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu? Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan: "Datangkanlah kepada Kami azab Allah, jika kamu Termasuk orang-orang yang benar".

30. Luth berdoa: "Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu".

31. dan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka mengatakan: "Sesungguhnya Kami akan menghancurkan penduduk negeri (Sodom) ini; Sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zalim".

32. berkata Ibrahim: "Sesungguhnya di kota itu ada Luth". Para Malaikat berkata: "Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami sungguh-sungguh akan menyelamatkan Dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya. Dia adalah Termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).

33. dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, Dia merasa susah karena (kedatangan) mereka, dan (merasa) tidak punya kekuatan untuk melindungi mereka dan mereka berkata: "Janganlah kamu takut dan jangan (pula) susah. Sesungguhnya Kami akan menyelamatkan kamu dan pengikut-pengikutmu, kecuali isterimu, Dia adalah Termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan)".

34. Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab dari langit atas penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik.

35. dan Sesungguhnya Kami tinggalkan daripadanya satu tanda yang nyata bagi orang-orang yang berakal.

Orang Orang Yang Membuat Kerusakan ( HIRABAH )

Pengertian Hirabah 

Hirabah adalah keluarnya Gerombolan bersenjata di daerah islam untuk mengadakan KEKACAUAN, PERTUMPAHAN DARAH, perampasan harta, merusak kehormatan, merusak tanaman, peternakan, CITRA AGAMA, AKHLAK, ketertiban, dan UNDANG UNDANG. baik dari ORANG ISLAM ITU SENDIRI maupun kafir dzimmi atau kafir harbi.

Hirabah dilakukan oleh gerombolan dan terkadang oleh individu, contoh dari hirabah dimana seseorang dan atau GEROMBOLAN (GENGSTER, MAFIA, TRIAD, YAKUZA) yang punya kekuatan luar biasa untuk mengadakan pertumpahan darah, perampasan harta dan kehormatan, bahkan terkadang nyawa ia juga dinamakan HIRABAH

Termasuk dalam pengertian HIRABAH adalah gerombolan pembunuh, sindikat penculikan anak anak, sindikat penjahat untuk merampok rumah, Bank, pertokoan, swalayan, sindikat penjualan perempuan, sindikat penculikan pejabat, mahasiswa, LSM, untuk dibunuh agar terjadi fitnah dan kegoncangan stabilitas keamanan, sindikat perusak tanaman dan peternakan dan gerombolan pengacau lainnya. 

Hukum Hirabah Adalah Dosa Besar
sebagaimana dijelaskan dalam alquran orang orang yang melakukan HIRABAH adalah orang yang menyerang Allah, Rosulullah. Dan orang yang berusaha membuat kerusakan dimuka bumi bagi mereka Allah Swt memberi hukuman berat kepada pelakunya, yang mana hukuman itu tidak diberikan atas tindak kejahatan yang lain : 
Firman Allah Swt : 

إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الأرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الأرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ (٣٣

"Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar,"
(QS Al Maidah : 33) 

Hukum - hukum hirabah menurut yang ditentukan oleh ayat Al Quran diatas adalah salah satu dari empat macam hukuman yaitu  : 
1. Di Bunuh 
2. Di Salib
3. Di Potang Tangan dan Kakinya secara silang (jika tangan kiri dipotong maka kaki kanan yang dipotong, begitu juga sebaliknya) 
4. Dibuang dari Negeri Tempat Kediamannya. 

Note : Bila para pelaku HIRABAH baik gerombolan maupun individu yang mengadakan kerusakan , kekacauan , stabilitas keamanan , dll Bertaubat sebelum mereka tertangkap, maka mereka dapat diampuni atas apa yang telah terjadi dan tidak dijatuhi hukuman Hirabah. 

Rosulullah SAW juga melaknati bahwa pelaku HIRABAH tidak pantas mengaku sebagai seorang muslim, Rosulullah saw bersabda : 

"Barang siapa membawa senjata untuk mengacau kita, maka bukanlah ia termasuk ummatku" (H.R Bukhari dan Muslim)

Bila di dunia saja mereka (para pelaku hirabah) tidak mempunyai kemuliaan maka setelah meninggal pun ia tetap tidak punya kemuliaan. karena manusia membawa apa yang ia perbuat pada waktu masih hidup di dunia.

"Barang siapa keluar dari loyalitas agama dan berpisah dari jama'ahnya, kemudian ia mati, maka mayatnya adalah mayat Jahiliyyah" (hadist ini dikeluarkan oleh Imam Muslim)

Memerangi Allah dan Rosulnya adalah berarti memerangi orang orang islam dengan mengadakan kegoncangan stabilitas keamanan, kekacauan, teror, kerusakan, memerangi dan mendurhakai islam dengan keluar dari ajaran ajarannya. mereka yang berbuat demikian sejatinya telah di ada sejak dahulu, dan di dalam Alquran dijelaskan bagaimana keadaan mereka : 

Firman Allah Swt dalam surah Al Baqarah ayat  8 - 14 : 
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الآخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ (٨

8. di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian[#]," pada hal mereka itu Sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.

[#] Hari kemudian Ialah: mulai dari waktu mahluk dikumpulkan di padang mahsyar sampai waktu yang tak ada batasnya.

يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ (٩

9. mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, Padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.

فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ (١٠

10. dalam hati mereka ada penyakit[#], lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.

[#] Yakni keyakinan mereka terdahap kebenaran Nabi Muhammad s.a.w. lemah. Kelemahan keyakinan itu, menimbulkan kedengkian, iri-hati dan dendam terhadap Nabi s.a.w., agama dan orang-orang Islam.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لا تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ (١١

11. dan bila dikatakan kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi[#]". mereka menjawab: "Sesungguhnya Kami orang-orang yang Mengadakan perbaikan."

[#] Kerusakan yang mereka perbuat di muka bumi bukan berarti pada kerusakan benda, melainkan menghasut orang-orang kafir untuk memusuhi dan menentang orang-orang Islam.

أَلا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَكِنْ لا يَشْعُرُونَ (١٢

12. Ingatlah, Sesungguhnya mereka Itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُوا كَمَا آمَنَ النَّاسُ قَالُوا أَنُؤْمِنُ كَمَا آمَنَ السُّفَهَاءُ أَلا إِنَّهُمْ هُمُ السُّفَهَاءُ وَلَكِنْ لا يَعْلَمُونَ (١٣

13. apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman." mereka menjawab: "Akan berimankah Kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?" Ingatlah, Sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu.

وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَى شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ (١٤

14. dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman". dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka[#], mereka mengatakan: "Sesungguhnya Kami sependirian dengan kamu, Kami hanyalah berolok-olok."

[#] Maksudnya: pemimpin-pemimpin mereka.

Hakim Dan Masyarakat Wajib mengatasi Hirabah

Mewujudkan ketertiban dan keamanan melindungi hak-hak, darah, dan harta masyarakat adalah menjadi tanggung jawab bersama diantara masyarakat itu sendiri. jadi jika terdapat gerombolan , sindikat , gengster , triad , mafia , yakuza  yang dapat mengacaukan keamanan maka masyarakat dan hakim wajib bertindak menyergap sindikat itu. Masyarakat punya kewajiban membantu dan bekerja sama dengan hakim dalam menyergap sindikat HIRABAH sehingga sindikat tersebut dapat dibekuk dan situasi menjadi tentram.

Bagaimana dengan aksi Terorisme dan Kekacauan Khususnya Di Indonesia ...? 

Islam Adalah Agama yang Rahmatan Lil'alamin bahkan terhadap Orang orang selain islam pun kita diwajibkan untuk Melindungi mereka serta dilarang untuk menghina mereka terlebih lagi terhadap Saudara Sesama muslim, kita dianjurkan untuk menyembunyikan kejahatan jika mereka sudah bertaubat dan tidak akan mengulangi kejahatan nya.

Peperangan , Kekerasan tidak akan menyelesaikan suatu permasalahan karena justru akan semakin memperunjing persengkengketaan yang ada, bersikap lemah lembut lebih mengedepankan musyawarah adalah jalan yang utama sebagaimana dijelaskan dalam Surah Ali Imran : 159 :

Firman Allah Swt :
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ (١٥٩

“ Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu[#]. kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

[#] urusan peperangan dan hal-hal duniawiyah lainnya, seperti urusan politik, ekonomi, kemasyarakatan dan lain-lainnya.

Adapun Jihad dengan Jiwa dan Atau Nyawa dalam artian Perang adalah wajib jika Situasi dan kondisi memang menyatakan perang, dan Islam bersifat Depensif (Dalam artian hanya menyerang jika diserang) dan bukan Offensif (Memulai perang terlebih dahulu).

Bagi mereka yang menyatakan perang , mengangkat senjata , berbuat huru hara , di dalam negeri yang Aman , Damai dan tentram seperti Indonesia tidak lain adalah Gerombolan HIRABAH.

Wallahu'alam.

Bersambung Ke Catatan Selanjutnya Hirabah bukan Jihad

Onani Dan Masturbasi

Hukum Onani Dan Masturbasi


Onani adalah Pemuasan Hawa Nafsu yang dilakukan seseorang dengan cara mengocok atau menggesek gesek kan alat kelamin dengan menggunakan tangan dan atau dengan perantaran media / alat onani. hal ini termasuk suatu hal yang merusak unsur etika dan adab.  

Terdapat tiga pendapat berbeda dikalangan ulama mengenai hukum onani dan hukum masturbasi. sebagian ada yang mengatakan bahwa onani tersebut hukumnya haram, makruh sedang sebagian yang lain mengatakan haram dalam keadaan tertentu dan wajib dalam keadaan tertentu.

diantara para ulama yang mengatakan haram hukum onani adalah para pengikut madzhab Imam Syafi'i dan Maliki, adapun hujjah mereka adalah bahwa Allah Swt telah menyuruh manusia untuk menjaga kemaluan dalam segala keadaan kecuali untuk istri dan atau budak yang mereka miliki. jadi jika ada seseorang yang melakukan onani maka ia termasuk orang yang melampaui batas dari hal yang sebenarnya di halalkan ke dalam perbuatan yang menjadikannya di Haramkan oleh Allah swt : 
Allah Swt Berfirman :
الَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (٥)إِلا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (٦)فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ (٧
"dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu[#] Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas."

(#) Maksudnya: zina, homoseksual, dan sebagainya.


Adapun diantara ulama yang mengatakan bahwa onani dan atau masturbasi dengan tangan dan atau alat itu haram dalam suatu  keadaan dan wajib dalam keadaan yang lain adalah pengikut Imam Hanafi. Pendapat ini mengatakan bahwa andaikata seseorang dikhawatirkan akan berbuat zina, maka wajiblah ia menyalurkan nafsu seksualnya dengan onani, pendapat ini mengikuti kaidah : 

"Jika Berkumpul dua bahaya , maka wajiblah kalian mengambil bahaya yang paling ringan" 


Lebih lanjut mereka mengatakan bahwa onani dengan tangan sendiri itu tidak apa-apa adalah pada saat syahwat seseorang sudah tidak dapat ditahan dan atau dikendalikan lagi, sedangkan ia tidak punya istri. dan onani yang dilakukannya adalah agar supaya syahwatnya bisa reda dan tenang. akan tetapi jika onani dilakukan untuk merangsang dan membangkitkan syahwat maka ini haram hukumnya. 


Lebih lanjut para pengikut Imam Hambali berpendapat bahwa hal tersebut pada dasarnya Haram hukumnya, kecuali jika takut akan berbuat zina sehingga akan merusak kesehatan, sedang ia tidak punya istri dan juga tidak mampu menikah. dalam keadaan seperti ini tidaklah ada kesempitan baginya untuk melakukan onani dengan tangannya sendiri dan atau alat. 

Wallahu'alam.

Berzina Karena Diperkosa

Hukum Perkosaan / pemerkosaan dalam islam berdasarkan hadist dan alquran

Dalam beberapa tahun terakhir ini kita kerapkali membaca berita mengenai kasus perkosaan atau perampokan / pembunuhan yang disertai perkosaan, baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. Rusaknya akhlak masyarakat kita lebih banyak disebabkan oleh faktor lingkungan, pergaulan, dan  lemahnya lembaga sensor terhadap media baik media cetak maupun media elektronik. Faktor kedua yang tidak kalah penting adalah kurangnya perhatian dan pendidikan dalam keluarga. Sehingga membuka peluang bagi kejahatan pemerkosaan, perampokan, dll.

Segala bentuk kejahatan yang terjadi akhir akhir ini, pun pernah terjadi pasa masa nabi, dalam hal / kasus pemerkosaan di dalam hukum islam tidak ada bedanya antara pemerkosaan yang dilakukan dengan jalan kekuatan maupun dengan jalan ancaman.
apakah diperkosa termasuk perbuatan zina dan berdosa...?
bagaimana hukumnya dalam agama islam...?

Bagi seorang perempuan muslim yang bersetubuh atau berbuat zina karena diperkosa, tidak ada hukuman Hadd baginya. Hal ini berdasarkan atas firman Allah Swt  dalam surah Al Baqarah ayat : 173 Firman Allah Swt :

فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلا عَادٍ فَلا إِثْمَ عَلَيْهِ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

"Tetapi Barangsiapa dalam Keadaan terpaksa sedang Dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Para ulama tidak berbeda pendapat mengenai pemerkosaan yang terjadi karena terpaksa yang dilakukan dengan kekuatan dan atau dengan mengancam korban. bahwasanya tidak ada hukuman dan tidak pula ada dosa bagi perempuan yang diperkosa.

Rosulullah Saw Bersabda :

"Hukum itu tidak dibebankan kepada umatku yang keliru, lupa dan yang dipaksa"

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

إِنَّ اللَّهَ وَضَعَ عَنْ أُمَّتِى الْخَطَأَ وَالنِّسْيَانَ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ

“Sesungguhnya Allah menghilangkan dari umatku dosa karena keliru, lupa, atau dipaksa

Wallahu'alam

Bermain Facebook | Facebookan Sambil

Bermain Facebook | Facebookan

Tidak sedikit kecaman dan Larangan untuk Facebook-an dari Pejabat Tinggi negara sampai para Ulama'. Menganjurkan dan atau Mem-FATWA-kan untuk segera meninggalkan aktivitas bermain facebook. Pada dasarnya bermain facebook (facebook-an) adalah tidak jauh berbeda dengan kehidupan nyata, berbagai aktivitas baik yang bersifat duniawi maupun Ukhrawi dapat kita temukan disana

Bahkan jika saja kita mau lebih berpikir positif dan berbaik sangka Aktivitas di Facebook lebih terkontrol dari pada aktivitas dalam kehidupan nyata. Sebagai contoh beberapa waktu yang lalu terdapat sebuah Group dan atau Fans Page yang memposting Gambar Karikatur Nabi Muhammad SAW, segera dapat diketahui dengan cepat dan Mudah karena sistem dari facebook itu sendiri yang lebih memberi kebebasan pada penggunanya untuk memilih dan memilah apa yang mereka sukai dan apa yang mereka inginkan. 

Jika Hal itu (gambar Karikatur Nabi) terjadi di dalam kehidupan nyata maka akan membutuhkan beberapa tahun dan atau bahkan puluhan tahun bagi mereka yang tidak menyukainya untuk memboikot dan atau membubarkan organisasi tersebut. karena lambatnya Alur Informasi dan penyebaran dari kegiatan tersebut. 

Senada dengan hal diatas, sikap MERASA BENAR dan PALING BENAR diantara petinggi petinggi kita baik Pejabat pemerintah maupun Petinggi Petinggi Umat Islam. akhir akhir ini semakin meraja lela, mereka yang pada dasarnya "ULAMA" (pemimpin umat islam yang banyak mengerti tentang hukum islam) tidak ketinggalan unjuk gigi dan angkat kaki tangan dan bahkan pedang karena MERASA PALING BENAR.

Jejaring Sosial (Facebook - Twitter - My Space ) dan atau Mesin Pencari (Google, yahoo, Bing, Dll) jika dibandingkan dengan kehidupan nyata lebih memiliki ketepatan dan kecepatan dalam mengungkap informasi. Ratusan, Ribuan bahkan Jutaan blog dan atau website yang bisa kita ambil manfaatnya pun demikian sebaliknya kita juga bisa mendapatkan hal hal yang kurang bermanfaat dan atau tidak bermanfaat sama sekali dari mereka dan kesemuanya adalah kembali kepada pilihan dan hati nurani kita sendiri. Bagi mereka yang pada dasarnya memilih untuk berbuat kejahatan maka itu adalah tanggung jawab mereka sendiri, dan bagi mereka yang memilih untuk berbuat kebaikan adalah di sisi Allah Swt tempat kembali yang sebaik - baiknya.

Adalah sifat manusia dimana kebanyakan dari mereka selalu mencari kesalahan kesalahan orang lain, dan segera membubarkan dan atau menghakiminya menjadi sesuatu yang harus dijauhi jika menemukannya. Padahal di dalam kesalahan, keburukan, kemaksiatan, dan perbuatan kurang baik lainnya juga terdapat tanda tanda Kebesaran Allah Swt bagi mereka yang berpikir (positive thinking) baik itu berupa Ujian dan peringatan untuk lebih meningkatkan iman kita yang dapat kita jadikan acuan untuk tidak berbuat hal yang sama.

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. "

Agama Islam Adalah agama yang Rahmatan Lil 'Alamin, yang lebih mengedepankan :
  • Pendekatan pendekatan emosional dan mengutamakan aklaqul karimah dalam rangka untuk menyebarkan Ajaran nya.
  • Musyawarah adalah jalan tengah bila terdapat perselihan, perdebatan dan atau perbedaan pendapat.
  • serta Tawakkal dan berserah Diri Kepada Allah Swt atas segala apa yang terjadi baik pada diri kita pribadi maupun keluarga dan saudara saudara kita Umat Islam.
  • (QS Ali Imran : 159)
Kenyataan yang ada saat ini Bermain Facebook | Facebookan lebih banyak digunakan ke arah yang positif (membaca alquran, saling nasehat menasehati, menjalin tali silaturahmi, bertegur sapa dengan saudara, teman, dan orang lain, dan atau mencari jodoh) dari pada hal hal yang negatif (....?).

Seandainya mereka (orang orang yang menginginkan Facebook dan atau media lain di tutup) mau berpikir Positif dan mengambil hikmah dari adanya Jejaring Sosial (facebook, Twitter, dll) terdapat beberapa manfaat yang insya allah lebih baik :

1). Dengan adanya Facebook Para Bapak maupun Ibu tidak lagi banyak nongkrong.
manfaat yang dapat diambil :
a). Berkurangnya Aktivitas Ngerumpi yang dapat menjadikan Fitnah, membicarakan orang lain, iri, dll.
b). Para Ibu khususnya tidak banyak keluar Rumah disaat Suami Pergi Ke Kantor dan atau kerja di siang hari (mencegah fitnah).
c). Tidak banyak mengumbar Aurat (khusus perempuan) yang dapat menjadikan dosa bagi orang lain dan dirinya sendiri. 
d). Dan lain lain.

2). Bagi Remaja
a). Aktivitas Nongkrong dan atau Bergaul, keluar rumah malam hari bisa berkurang.
b). Mencegah Kejahatan Moral (mempengaruhi teman lain untuk dugem, mengumbar syahwat, dll)
c). Tidak Banyak mengumbar Aurat.
d). Dan Lain Lain.

Dengan Adanya Facebook terdapat berbagai manfaat yang insya Allah Lebih baik ,Oleh karena itu Mari kita Bersihkan Hati kita dari Segala Bujukan, Rayuan dan Bisikan Setan  yang selalu mengajak kita kepada Amarah Dan Nafsu dengan kembali kepada Agama Islam Dengan pengamalan Islam yang sepenuh hati dan sungguh-sungguh  menjadi Pribadi yang Muslim, Mukmin, Muhsin dan  Muttaqin.

Tetap Berfikir Positif dan mengambil Hikmah dari setiap kejadian yang ada, sesungguhnya tidak ada yang sia - sia apa yang telah Allah Swt ciptakan (langsung maupun tidak langsung) di dunia ini.

Wallahu'alam

Membaca Alquran Amal Ibadah Yang Pertama Dan Yang Utama

Membaca Alquran adalah salah satu Ibadah bagi Umat Muslim yang mestinya pertama kali dilakukan, sebelum amal ibadah yang lain,  perintah yang pertama kali diturunkan Oleh Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw adalah Perintah untuk Membaca Alquran dan merupakan Wahyu yang pertama kali diturunkan melalui perantaraan Malaikat Jibril. sebagaimana dijelaskan dalam Alquran Surah Al Alaq 1 - 5 : 

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (١)خَلَقَ الإنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (٢)اقْرَأْ وَرَبُّكَ الأكْرَمُ (٣)الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (٤)عَلَّمَ الإنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (٥

1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Al-Qur’an berasal dari bahasa Arab yang berarti "bacaan" atau "sesuatu yang dibaca berulang-ulang". Kata Al-Qur’an adalah bentuk kata benda dari kata kerja qara'a yang artinya membaca. Konsep dan atau tujuan di turunkan Alquran untuk di baca lebih lanjut dijelaskan dalam Surah Al Qiyaamah ayat 17 - 19 : 
Firman Allah Swt :

إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ (١٧)فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ (١٨)ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ (١٩

"Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. apabila Kami telah selesai membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu.Kemudian, Sesungguhnya atas tanggungan kamilah penjelasannya."

Membaca Al Quran termasuk amal yang sangat mulia, dan Allah menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi yang melakukannya meskipun kita tidak mengerti makna dan atau artinya. Orang mu'min yang tidak membaca Al Qur'an berati ia telah menghilangkan salah satu sifat esensinya yaitu baik pada zhahirnya. Ini merupakan kekurangan bagi pribadi seorang muslim, yang seharusnya mampu membaca Al Qur'an, menghafalkannya dan mentadabburinya.

Dari Abu Musa Al Asy'ari Radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah Radhiyallahu 'anhu bersabda :

"Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al Qur'an itu bagaikan jeruk limau; harum baunya dan enak rasanya dan perumpamaan orang mu'min yang tidak membaca Al Qur'an itu bagaikan buah kurma; tidak ada baunya namun enak rasanya. Dan perumpamaan orang munafik yang membaca Al Qur'an itu bagaikan buah raihanah; harum baunya tapi pahit rasanya dan orang munafik yang tidak membaca Al Qur'an itu bagaikan buah hanzhalah; tidak ada baunya dan pahit rasanya" (HR. Bukhari dan Muslim)

Upaya-upaya untuk mengetahui isi dan maksud Al Qur'an telah menghasilkan proses penerjemahan  dan atau penafsiran dalam berbagai bahasa. Namun demikian hasil usaha tersebut sebatas usaha manusia untuk mencari makna - makna tersembunyi dalam alquran.

Alquran yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Saw dengan penjelasan yang sejelas jelasnya, tidak ada keraguan didalamnya serta tidak ada yang dapat merubah isi kandungan Alquran.

Untuk itu marilah kita biasakan membaca Al Quran setiap hari, baik siang, malam ataupun pagi hari. setidaknya 3 ayat setelah selesai shalat. sebagai amal ibadah yang akan kita dapatkan manfaatnya baik di dunia maupun di akhirat.

Amiin


Adab Membaca Alquran

Keutamaan Membaca Al Quran

Belajar Membaca Al Quran

Membaca Alquran

Shalat Tapi Tetap Mungkar , Kenapa...?

Rifanie Al-Mahbubie banyak yang sholat tapi mereka tetap mengerjakan kejahatan, kenapa??

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS AL Ankabuut:45)

esensi shalat yaitu untuk mencegah perbuatan keji dan munkar, akan tetapi kenyataan yang ada banyak diantara mereka yang shalat namun tetap saja mengerjakan kejahatan. Sebenarnya ribuan tafsir dan mungkin jutaan pandangan mengenai esensi shalat yang satu ini telah di bahas di berbagai tempat baik itu pengajian maupun majalah islami, atau majlis majlis taklim baik yang online maupun tidak. ada berbagai pendapat mengenai hal itu :

Tujuan sholat bagi diri seseorang itu agar dapat mencegah dirinya dari perbuatan keji dan munkar, maka apabila seseorang itu melakukan perbuatan keji dan mungkar artinya belum tercapai tujuan sholat itu. (orang itu belum dikatakan sholat).Seorang muslim tidak akan pernah merasa punya ruang atau waktu kosong tanpa pengawasan Allah, seperti yang telah kami jelaskan dalam catatan Si Pulan

Shalat mencegah perbuatan keji dan mungkar, jika ada orang  tetap melakukan kejahatan meskipun taat beribadah hal tersebut adalah wajar, karena perbuatan  pada dasarnya shalat dalam artian mengingat allah SWT, tidak pernah terikat oleh tempat, waktu dan atau keadaaan dan sadar bahwa setiap perbuatan Allah Mengetahuinya. 
Firman Alllah Swt : Qs Al 'Ankabuut ayat 45
اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ (٤٥
"bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Dalam ayat diatas dijelaskan bahwa shalat (mengingat Allah)   ذِكْرُ اللَّهِ adalah lebih besar keutamaannya, serta ditambahkan lagi keterangan وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Umat Islam memang diwajibkan melakukan salat dengan menghadap kiblat yang dikerjakan pada waktu tertentu (subuh, dzuhur, ashar, magrib, isya') Tapi, Islam tidak menyuruh umatnya menyembah Kakbah yang terbuat dari batu. Sebaliknya, umat Islam diwajibkan menyembah Allah yang tidak terikat dengan tempat, ruang, dan waktu, melainkan mengetahui semua tempat, ruang, dan waktu.Maka, seorang muslim yang benar-benar menghadap kiblat tidak akan pernah merasa punya ruang atau waktu kosong untuk melakukan keburukan, (shalat dalam arti selalu mengingat Allah).


Ada suatu kisah di suatu pondok pesantren yang menggambarkan dan atau mencontohkan seorang muslim yang lebih disayang oleh sang Kyai (pemimpin pesantren) bukan karena banyak nya Ilmu yang dimiliki dan atau lamanya dia mengabdi akan tetapi karena tingkat keimanan nya kepada Allah Swt (lebih lengkap baca Allah Maha Mengetahui)

jika kita mau lebih mengerti tentang apa sebenarnya makna shalat serta menjalankannya niscaya tidak akan ada perbuatan keji dan mungkar. mau makan ingat Allah, mau tidur ingat allah, mau berangkat bekerja ingat allah, mau korupsi ingat allah, mau mencuri ingat allah, mau apapun selalu ingat allah. karena mengingat Allah adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain) dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

wallahu'alam

Menangis Ingat Dosa : Ingin Bertaubat Dari Maksiat

Mahardika Rendy

Aq srng mnangs krn trngt akn dosa2q,tp knp q sngt sulit skali untk mngawali mngmbil air wudhu.tlg brknlh saran agar q bs trglng mnjd orng2 yg briman n brtqwa

Subhanallah  Walhamdulillah Walaa ilaha illallah  Wallahu Akbar laa haula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim.


Maha Suci Allah dan Segala Puji bagi Allah dan tiada tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah.

Allah Maha Pemurah lagi maha penyayang,  Maha Mendengar lagi Maha mengetahui, Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, Yang Maha Kuasa , Yang Maha Pengampun, Yang Memiliki segala Keagungan.

Berbicara tentang Dosa Kita Umat Manusia adalah Ladangnya dan Setan adalah Benihnya  sedangkan Hawa Nafsu adalah pupuknya dan Akal pikiran adalah Siramannya

Dosa adalah perbuatan buruk yang tidak saja akan berakibat buruk baik terhadap rohani individu pelakunya, namun juga terhadap terhadap orang lain. Perbuatan merusak dan menghancurkan. menyebabkan pertengkaran, mengkasarkan hati, menjauhkan manusia dari Tuhan, merusak alam dan menghancurkan masyarakat  begitu dahsyatnya imbas dari perbuatan dosa ini menyebabkan turunnya adzab dari Allah swt tidak hanya kepada mereka yang berbuat dosa bahkan orang yang beriman pun bisa terkena adzab.

Dalam islam Dosa bagaimanapun bentuknya besar atau kecil banyak ataupun sedikit selagi yang mengerjakan dosa memiliki kemauan untuk bertaubat Insya Allah akan diampuni. Firman Allah Swt surah Az Zumar : 53 : 

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (٥٣
"Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."


Tobat atau bertaubat sangatlah mudah baik untuk diucapkan maupun dilaksanakan,  baik itu dilaksanakan dalam satu jam , dua jam, satu hari atau dua hari , satu minggu atau satu bulan atau bahkan bertahan dalam satu tahun, yang menjadi permasalahan adalah bagaimana kita menjaga agar diri kita ditetapkan dalam kondisi keimanan yang Istiqomah.

Seperti yang telah kami catatkan diawal kalau boleh di ibaratkan manusia adalah ladang dosa ditanami benih oleh setan dan di pupuk nafsu serta di sirami oleh akal pikiran, maka satu satunya obat yang paling mujarab adalah dengan menjaga hati dan menjadikan hati sebagai pusat dari segala aktivitas tubuh baik yang berhubungan dengan jasmani maupun rohani.
Posisi Hati yang memang diciptakan oleh Allah swt sebagai pusat kendali telah banyak dijelaskan dalam alquran yang apabila hati telah rusak maka rusaklah fungsi organ tubuh yang lain : 
Firman Allah Swt : 

أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الأرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لا تَعْمَى الأبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ (٤٦)

"Maka Apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? karena Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada"

Begitu sentralnya peran dan fungsi hati seperti yang dijelaskan dalam ayat diatas bahkan ketika manusia itu masih memiliki indra yang lengkap dan dengan fungsi yang normal, tidak dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah, karena sesunggungnya hati mereka yang telah buta dan atau tidak difungsikan. 

Dalam Ayat lain dijelaskan di dalam alquran bahwasanya mereka yang tidak menggunakan hati nya adalah lebih sesat dan lalai .
Firman Allah Swt : 
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالإنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالأنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ (١٧٩

"dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai"

kembali lagi yang paling utama hulu dan hilir dari kesemuanya adalah dari hati, berusaha dengan sebaik-baiknya untuk menjaga nya dari hawa nafsu dan bisikan setan. Karena sebanyak apapun dan sesering apapun tubuh dan akal pikiran kita menyerap ilmu agama, pabila hati masih tertutup untuk menerima dengan ikhlas dan ridho disertai dengan keteguhan niat untuk menjalankan perintah Allah dan Menjauhi larangannya, Dosa dan atau Maksiat akan tetap selalu menjadi bagian dari diri kita. 

Firman Allah Swt :
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ ءَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لا يُؤْمِنُونَ (٦)خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ (٧

"Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci-mati HATI dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. dan bagi mereka siksa yang Amat berat."

Awali dengan senantiasa menjaga hati Karena pangkal dari baik / buruknya diri adalah hati. taburkan benih-benih ketaqwaan, sirami dengan Rukun Islam (shalat, zakat, dll) pupuk dengan Iman, dan jaga dengan akhlaqul karimah.

Rasulullah telah bersabda,

Ingatlah bahwa di dalam jasad terdapat sekerat daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh jasadnya. Dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.” (H.R. Bukhari no.52 dan Muslim no.1599)

Wallahu'alam

Bergaul Dan Memilih Teman Agar Tidak Terpengaruh Hal Negatif

Siska Megalia Yunandi  

Assalamualaikum...

aku ingn brtanya,, bgaimana spaya qta tidak mudah trpengaruh oleh hal2 negatif d sektar qta?
Apalagi pergaulan remaja, kdg2 anak yg gak suka badung, gak suka nakal , dan menjauh dari perjinahan, suka dkatain munafik. 

TerimakasiH kakak,

Wa'alaikum salam warahmatullah


Modernisme adalah suatu konsep yang berhubungan dengan hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya di suatu massa. Walaupun demikian, 'modernisme' pada umumnya dilihat sebagai reaksi individu dan kelompok terhadap dunia 'modern', (dalam arti segala bentuk aktivitas yang sedang menjadi trend pada saat ini dan atau yang akan datang.

Mereka yang mengklaim dirinya kaum modernis sejatinya menganggap bahwa teknologi akan menjadi sumber kebahagiaan manusia dan menjanjikan dunia yang lebih baik, hal itu tidak berlangsung setidaknya beberapa waktu sampai ditemukannya sesuatu yang baru dan lebih baik lagi (menurut mereka).

Disadari atau tidak Refleksi tentang kehidupan yang telah menjangkiti diri dan atau melanda masyarakat Indonesia (khususnya generasi muda) saat ini, Dari Kacamata Islam ( Al Quran Dan Sunnah ) bukanlah makna sesungguhnya dari  Modernisme itu sendiri melainkan Faham Jahiliyyah. Hal ini dapat kita lihat dari cerminan sikap dan perkataan maupun perbuatan yang dilakukan oleh beberapa orang / kelompok yang mengatasnamakan Modernisme sejatinya kembali kepada sifat sifat dan sikap yang dilakukan pada zaman Jahiliyyah.

Penyandaran sesuatu kepada kebodohan, tidak berdasarkan pada ilmu pengetahuan dan sumber dari segala sumber pengetahuan (Al Quran), Meyakini sesuatu dengan tidak benar dan atau mengerjakan sesuatu dengan menyalahi aturan yang telah ditetapkan.
Dari nash-nash al-Qur`an dan Sunnah jelaslah bahwa setiap penyimpangan dari petunjuk Allah dan Rasul-Nya, baik itu menyangkut Aqidah, ibadah, prilaku, maupun amal adalah perbuatan Jahiliyyah.

Seperti yang telah kami uraikan diatas dimana Norma dan atau aturan kehidupan saat ini nampaknya telah kembali kepada kehidupan Jahiliyyah dimana sesuatu yang Positif dan atau Baik serta sesuai dengan aturan telah menjadi sesuatu hal yang langka dan dinilai Negatif oleh sebagian orang. 

Modernisme yang di idam idamkan dan sejatinya diharapkan guna untuk meningkatkan harkat, derajat dan martabat manusia, menuju kehidupan yang lebih baik telah menjadi boomerang bagi umat manusia itu sendiri.
Jauh sebelum hal ini terjadi Allah Swt telah memberikan kita rambu rambu yang seyogyanya kita jauhi melalui Mukjizat yang telah diturunkan melalui junjungan kita Nabi Muhammad Saw.

Firman Allah Swt dalam surah Al Maidah Ayat 48 - 50 :
وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ (٤٨)وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ (٤٩)أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ (٥٠

48. dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian[421] terhadap Kitab-Kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. untuk tiap-tiap umat diantara kamu[422], Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,

49. dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), Maka ketahuilah bahwa Sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. dan Sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.

50. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?

(selengkapnya baca tentang : Saat ini kita kembali ke Zaman Jahiliyyah)

Bagaimana supaya kita tidak terpengaruh oleh hal hal negatif disekitar kita..?

Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial yang butuh untuk bermasyarakat tidak dapat hidup sendiri dalam artian saling membutuhkan satu sama lain, bergaul, bertetangga, nongkrong atau apapun itu sebutannya menjadi kebutuhan yang sangat dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari hari,

Akan tetapi terdapat batasan dan atau aturan didalam islam bagaimana sebaiknya kita bergaul dan memilih teman. sehingga Allah Swt memerintahkan kita umat manusia agar bergaul dengan orang-orang yang benar

Firman Allah Swt :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ (١١٩

“ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. ” (At- Taubah :119)
Islam juga melarang kita agar tidak bergaul dengan orang-orang yang buruk akhlaknya, bejat moralnya & zalim, yang akan membawa kita kepada adzab dan pada akhirnya diiringi sebuah penyesalan kelak di hari Kiamat.

Firman Allah Swt : 
وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلا (٢٧)يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلانًا خَلِيلا (٢٨)لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلإنْسَانِ خَذُولا (٢٩)

“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit kedua tangannya (,menyesali perbuatannya)  seraya berkata, ” “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si Fulan itu teman akrab (ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur’an ketika Al Qur’an telah datang kepadaku”. Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia.” (Al Furqan : 27-29)
Adalah hal yang nyata dan tidak bisa dipungkiri seorang teman baik secara langsung maupun tidak langsung merupakan guru bagi temannya yang lain. cepat atau lambat sikap dan atau sifat yang dimiliki oleh teman kita baik atau kurang baik akan menular pada teman yang lain. Penularan itu disebabkan oleh pengaruh kedekatan dan atau pengaruh cinta, dan pada akhirnya sebagian atau seluruh kepribadian seorang teman itu akan muncul dalam diri temannya yang lain. baik dalam perkataannya maupun perbuatan yang menampakkan perilakunya tanpa disadari.

Bersyukurlah bagi mereka yang memiliki dan memilih teman yang Baik dan Benar, sholeh yang selalu mengajak kepada kebaikan dan menjauhi kemungkaran. sedang bagi mereka yang memiliki teman atau berada di lingkungan yang sebaliknya, tetaplah berpegang teguh pada Alquran dan Sunnah Rosul.

Firman Allah swt :
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ (١٩٩
"Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh"

Dalam Ayat diatas terdapat 3 sikap yang sebaiknya kita lakukan seandainya kita berada dilingkungan yang kurang baik. 
1. Jadilah engkau pemaaf
 Seperti yang telah dialami oleh saudari ku Siska Megalia Yunandi  dimana mereka yang tidak Badung dan nakal serta menjauhi perjinahan seringkali dikatakan sebagai orang munafik. Kejadian yang seperti ini telah ada dizaman Rosulullah Saw, dan mereka yang berbuat demikian adalah orang orang yang berdosa sebagaimana dijelaskan dalam Alquran. 
Firman Allah Swt 

"Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman.Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanyaDan apabila orang-orang yang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira.Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: "Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat"

Al Muthaffifin : 29 - 32
sikap yang seyogyanya dilakukan adalah memaafkan mereka yang sudah berbuat hal hal yang demikian .serta mendo'akan agar mereka mendapatkan petunjuk dari Allah Swt dan segera bertaubat. sebanyak apapun cacian dan atau ejekan adalah ujian dan godaan syetan
 
2. Suruhlah orang mengerjakan kebaikan
Terdapat ladang amal yang sangat besar ditempat saudari dimana mereka orang orang saling menasehati untuk mengerjakan kebaikan dan menjauhi keburukan adalah orang orang yang tidak merugi.
Firman Allah Swt :

"Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." Al Ashr : 2 - 3

3. Berpalinglah dari mereka.
Sikap yang terakhir adalah berpaling dan menjauhi mereka, jika dirasakan / khawatir jika nantinya saudariku akan terperdaya dan masuk kedalam perangkap syetan. yang menyebabkan penyesalan kelak baik di dunia maupun di hari kiamat. seperti yang dijelaskan dalam surah Al Furqan : 27-29.

Kita tidak akan pernah tahu kapan, dimana , dan apa yang akan terjadi besok, teman hari ini bisa jadi musuh esok hari, dan sebaliknya musuh pada hari ini bisa jadi teman esok hari. Tetaplah berpegang teguh pada ajaran ajaran Alquran dan Sunnah Rosul yang insya allah akan membawa kebaikan baik di dunia maupun di akherat.

Wallahu'alam.

Design by The Blogger Templates

Design by The Blogger Templates